Sumber foto: Republika Jepang Jajaki Restorasi Kawasan Hutan Lindung di Merangin
0 kali dilihat
MERANGIN, AktuaNews – Pemerintah Kabupaten Merangin menjajaki kerja sama internasional dengan Jepang terkait rencana program restorasi dan rehabilitasi kawasan hutan di Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, Provinsi Jambi.
Sebanyak tiga perwakilan peneliti asal Jepang, yakni Yojie, Nakama Ejiro, dan Yuko Sibata Nomura, datang langsung untuk meninjau kawasan yang dinilai potensial bagi pemulihan ekosistem hutan tersebut. Kunjungan lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari guna memetakan kondisi riil kawasan hutan setempat.
Bupati Merangin Muhammad Syukur menyatakan kedatangan delegasi peneliti tersebut menjadi bukti minat Jepang terhadap pelestarian lingkungan daerahnya. Kehadiran tim ini merupakan kelanjutan dari lawatan diplomasi yang ia lakukan ke Jepang beberapa bulan sebelumnya.
“Untuk membuktikan keseriusan Jepang akan merestorasi dan merehabilitasi kawasan hutan Kabupaten Merangin, mereka telah menurunkan tiga orang perwakilannya ke Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau,” kata Syukur di Merangin, Selasa (3/11/2026).
Syukur meminta pihak kecamatan serta pemerintah desa setempat memberikan pendampingan penuh kepada para peneliti selama proses peninjauan berlangsung. Dukungan tersebut mencakup penyediaan data dan informasi tentang potensi restorasi maupun pola kehidupan masyarakat di sekitar hutan.
Kepala Desa Durian Rambun Muhammad Abton mengonfirmasi keberadaan tim peneliti asing tersebut di wilayahnya. Penjajakan kerja sama ini masih berada pada tahap penelitian awal sehingga belum menetapkan kesepakatan formal, nilai investasi, maupun rincian luas area yang akan direstorasi.
Berdasarkan laporan Republika, Desa Durian Rambun memiliki kawasan Hutan Desa Rio Kemunyang seluas 4.484 hektare yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Hutan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) ini berfungsi sebagai zona penyangga habitat satwa dilindungi, seperti harimau sumatra dan trenggiling sunda.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.