Arsip - Atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia cabang para renang Jendi Pangabean menunjukkan medali emas yang diperolehnya pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026). Kontingen Indonesia finis di posisi kedua APG 2025 Thailand dengan total 392 medali dan melampaui target yang ditetapkan yakni 236 medali. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww.) — Sumber foto: ANTARA Jendi Pangabean Bertekad Pertahankan Emas Asian Para Games Nagoya
3 kali dilihat
NAGOYA, AktuaNews – Atlet para renang Indonesia Jendi Pangabean menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan prestasi medali emas saat berlaga pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dengan mematangkan seluruh program latihan.
Perenang asal Sumatera Selatan tersebut menjelaskan bahwa kondisinya telah berada pada tahap pra-pertandingan menuju pesta olahraga disabilitas Asia tersebut. Ia tercatat pernah memenangi medali emas nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Asian Para Games 2018 serta 2022.
“Persiapannya sekarang sudah pra-pertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kami sudah hampir 100 persen,” kata Jendi di Nagoya.
Pelatih memberikan target kepada Jendi untuk membawa pulang medali dari Nagoya. Kendati demikian, atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia tersebut memilih tidak menjadikan sasaran tersebut sebagai beban pikiran demi tampil maksimal.
Penampilan di Nagoya menandai keikutsertaan keempat Jendi dalam ajang Asian Para Games. Sebelumnya, ia mengantongi modal tujuh medali emas dari ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Jendi menyadari persaingan di tingkat Asia jauh lebih ketat dibandingkan dengan kompetisi tingkat Asia Tenggara. Faktor usia juga menjadi tantangan tersendiri yang menuntutnya berlatih serta bertanding dengan lebih keras.
Selain latihan intensif, dorongan semangat dari keluarga menjadi kekuatan tambahan bagi sang perenang. Jendi mengungkapkan bahwa istri dan anaknya tetap memberikan dukungan penuh dari tanah air meskipun tidak dapat mendampinginya secara langsung di Jepang.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.