Sumber foto: Republika Hashim Jelaskan Peran Makan Bergizi Gratis di Hadapan Peraih Nobel
2 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Dewan Penasihat Prasasti Hashim Djojohadikusumo menerangkan peran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di hadapan Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson di Jakarta.
Hashim menghubungkan kecukupan nutrisi dengan daya serap murid terhadap pelajaran di sekolah. Hal tersebut dinilai berdampak langsung terhadap mutu SDM serta produktivitas angkatan kerja pada masa depan.
“Salah satu persoalannya, sekaligus yang menjadi landasan program kami, adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mungkin sudah Anda dengar. Program MBG merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan Presiden Prabowo selama kampanye,” kata Hashim dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026.
Menurut penuturan Hashim, gagasan penyediaan makanan bergizi tersebut bermula sejak 2006 akibat kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto atas kondisi gizi anak-anak di Indonesia. Kala itu, tingkat tengkes tercatat mencapai sekitar 30 persen.
Masalah nutrisi, menurut Hashim, bukan hanya ketiadaan makanan, melainkan juga menu santapan yang tidak mencukupi kebutuhan gizi harian. Kajian dari pemerintahan terdahulu memperlihatkan sekitar 41 persen murid berangkat belajar tanpa sarapan sehingga konsentrasi belajar mereka terganggu.
Perbandingan Capaian Pendidikan
Hashim juga membandingkan mutu pendidikan nasional dengan capaian Korea Selatan melalui hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Indonesia menempati urutan ke-62 dari 70 negara dan kerap berada pada jajaran 10 persen paling bawah, sementara Korea Selatan berada di kelompok teratas bersama Selandia Baru, Singapura, dan Finlandia.
Ia menyebut kebijakan pembagian makanan bergizi sudah diterapkan oleh banyak negara di dunia. Indonesia dinilai Hashim termasuk pihak yang terlambat mengadopsi langkah serupa untuk mengoptimalkan bonus demografi dan memacu pertumbuhan ekonomi.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.