Sumber foto: Republika Wamenhan Dorong Industri Pertahanan Perkuat TNI dan Ekonomi
4 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Pemerintah mendorong industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat TNI sekaligus menggerakkan perekonomian nasional melalui penyusunan skema kerja sama strategis, kata Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari di Istana Negara pada Kamis (15/10/2026).
Yusuf menerangkan bahwa pemerintah menyiapkan rancangan kolaborasi agar sektor industri dapat berkontribusi pada sektor pertahanan maupun non-pertahanan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memicu perputaran roda ekonomi serta transfer dan pemanfaatan teknologi baru.
“Kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat TNI kita dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tetapi bagaimana ekonomi juga bergerak. Demikian juga transfer teknologi maupun pemanfaatan teknologi,” kata Yusuf usai dilantik.
Menanggapi isu kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) di tengah dinamika geopolitik global, Wamenhan menyebut diversifikasi alutsista menjadi strategi utama pemerintah untuk mengantisipasi potensi gejolak. Langkah tersebut bertujuan menumbuhkan kemandirian persenjataan agar Indonesia tidak bergantung pada satu negara tertentu.
Menurut Yusuf, diversifikasi memang menciptakan kompleksitas baru pada manajemen logistik pertahanan. Kendati demikian, keterlibatan aktif industri lokal tetap diperlukan demi menopang kelangsungan bangsa secara menyeluruh, bukan sekadar membangun kekuatan militer.
Pelantikan Pejabat Baru
Presiden Prabowo melantik Yusuf Jauhari sebagai Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi di Istana Negara pada Kamis (15/10/2026). Melalui pelantikan tersebut, pangkat Yusuf dinaikkan satu tingkat dari marsekal madya berbintang tiga menjadi marsekal berbintang empat.
Pada saat yang sama, Jenderal TNI Richard Tampubolon turut dilantik sebagai Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan. Pangkat Richard juga dinaikkan dari bintang tiga menjadi jenderal berbintang empat.
Kedua pejabat tersebut menggantikan posisi Wakil Menteri Pertahanan sebelumnya, Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto. Donny saat ini mengemban tugas sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.