Keuangan

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.565.000 per Gram pada Jumat

2 kali dilihat

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk naik sebesar Rp4.000 menjadi Rp2.565.000 per gram pada Jumat (16/10/2026) pagi setelah sebelumnya berada di level Rp2.561.000 per gram.

Kenaikan tersebut terpantau dari laman resmi Logam Mulia pada Jumat pukul 09.00 WIB, seperti diberitakan ANTARA. Sejalan dengan harga beli, nilai jual kembali atau buyback emas Antam turut mengalami penyesuaian naik menjadi Rp2.375.000 per gram dari posisi sebelumnya.

Dalam pelaksanaan transaksinya, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari harga dasar resmi. Sementara itu, penjualan kembali emas batangan dengan nominal di atas Rp10.000.000 dikenakan potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang langsung dipotong dari nilai transaksi.

Pergerakan Pasar Global

Kenaikan harga logam mulia domestik dipengaruhi oleh pasar global. Berdasarkan laporan Liputan6, harga emas dunia terangkat oleh pelemahan dolar Amerika Serikat serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah negara tersebut.

“Pasar mulai menyadari bahwa Federal Reserve berada dalam posisi yang cukup terbatas karena kondisi fiskal, dan menaikkan suku bunga lebih tinggi lagi akan menjadi beban yang cukup berat bagi perekonomian,” kata Wakil Presiden Zaner Metals Peter Grant.

Di pasar spot, harga emas naik 1,3 persen menjadi US$4.156,52 per ons, sedangkan harga emas untuk pengiriman Desember 2026 menguat 1,7 persen ke US$4.117,80 per ons. Untuk pecahan lainnya di dalam negeri, emas Antam ukuran 0,5 gram dipatok Rp1.332.500, pecahan dua gram Rp5.070.000, serta ukuran 1.000 gram dijual seharga Rp2.505.600.000.

Sumber: Liputan6; Media Indonesia; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.