Sumber foto: Republika Basarnas Bali Susun Rencana Kontingensi Kecelakaan Pesawat
3 kali dilihat
DENPASAR, AktuaNews – Kantor Pencarian dan Pertolongan menyusun rencana kontingensi kecelakaan pesawat udara guna mengantisipasi tingginya aktivitas penerbangan di Bali dalam forum koordinasi terpadu yang melibatkan 80 peserta lintas instansi di Denpasar.
Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menjelaskan bahwa agenda penyusunan tersebut diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan secara matang sebelum insiden terjadi. Langkah pemetaan wilayah rawan kedaruratan ini mempertimbangkan tingginya pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mencapai 143.312 pergerakan sepanjang 2025, ditambah peningkatan mobilitas helikopter bisnis dan wisata.
“Rencana kontingensi bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan kesepakatan dan komitmen bersama tentang tugas, peran, sumber daya, serta mekanisme koordinasi yang harus dilaksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara,” kata Sidakarya.
Simulasi Perairan Serangan
Forum penyusunan dokumen tersebut memfokuskan skenario kedaruratan melalui pemodelan pesawat hilang kontak dari radar di perairan Serangan, Denpasar Selatan. Skema ini dirumuskan secara mendalam agar pembagian tugas antarlembaga dapat berlangsung cepat dan tepat saat operasi SAR dilaksanakan.
Sebanyak dua narasumber dari Direktorat Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas pusat hadir memberikan pembekalan teknis kepada para peserta. Kehadiran perwakilan pusat bertujuan menyelaraskan prosedur penanganan kecelakaan antara standar daerah dan nasional.
Perwakilan Direktur Operasi Basarnas Retno Budiharto berharap dokumen rencana kontingensi yang disepakati dapat memperkuat sinergi seluruh potensi SAR di lingkungan Kantor SAR Denpasar. Integrasi ini diharapkan mampu menekan risiko korban jiwa sekaligus memaksimalkan sarana prasarana penyelamatan di Bali.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.