Pemerintahan

Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang Imbas Penutupan Bandara Riyadh

2 kali dilihat

JAKARTA, AktuaNews – Kementerian Perhubungan menginstruksikan seluruh maskapai penerbangan memenuhi hak pengguna jasa yang terdampak penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (17/10/2026).

Penutupan bandara dan ruang udara ibu kota Arab Saudi tersebut terjadi menyusul gangguan keamanan akibat serangan rudal kelompok Houthi. Gangguan tersebut memicu penyesuaian layanan operasional pada sejumlah penerbangan internasional.

“Maskapai telah kami imbau untuk melakukan penanganan dengan tepat kepada para penumpang yang terdampak gangguan operasional penerbangan,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Dudy menyatakan penanganan hak penumpang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 30 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal Penumpang Angkutan Udara. Maskapai wajib memberikan akses informasi kepastian penerbangan serta memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, dan akomodasi bila dipersyaratkan.

Petugas di lapangan juga diminta mengutamakan penumpang kelompok rentan, mencakup warga lanjut usia, penyandang disabilitas, anak tanpa pendamping, ibu hamil, serta orang yang memerlukan bantuan khusus. Jika penundaan berlangsung lama, maskapai perlu mengupayakan akomodasi atau transportasi darat tambahan sesuai ketentuan.

Penyesuaian Maskapai Internasional

Untuk pengembalian biaya tiket internasional, aturan bergantung pada regulasi masing-masing perusahaan angkutan udara serta hukum negara asal maupun negara tujuan. Pengguna jasa diimbau berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai mengenai kebijakan tersebut.

Akibat penutupan bandara tersebut, Qatar Airways membatalkan jadwal rute Doha-Riyadh pergi-pulang pada 9 hingga 17 Oktober 2026 dengan mengalihkan penumpang ke kota lain di Arab Saudi. Emirates dan beberapa operator internasional lain turut menerapkan pengalihan rute, penyesuaian jadwal, atau pembatalan sementara layanan menuju Riyadh.

Sementara itu, penerbangan langsung dari dan menuju Arab Saudi yang dioperasikan Garuda Indonesia serta Saudia tetap berjalan normal. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi untuk memantau situasi, terutama rute transit yang terhubung dengan Indonesia.

Sumber: Media Indonesia; Republika; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Herviana Mesayu

Herviana Mesayu adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Nasional. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.