Energi

Prabowo Targetkan Penerapan E50 dalam Empat Tahun untuk Setop Impor BBM

2 kali dilihat

JAKARTA, AktuaNews – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu menerapkan bahan bakar bensin campuran bioetanol 50 persen atau E50 dalam empat tahun ke depan guna menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo menyampaikan target tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Pemerintah berencana meningkatkan bauran bioetanol secara bertahap, dimulai dari penerapan E10 pada tahun ini, berlanjut ke E20 dua tahun mendatang, hingga akhirnya mencapai E50 sekitar 2030.

“Pada saat kita E50 dan B50, kita InsyaAllah tidak perlu impor BBM lagi dari luar,” kata Prabowo.

Prabowo menilai pengembangan bahan bakar berbasis nabati sangat penting untuk menjaga perekonomian nasional di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. Kepala Negara menegaskan Indonesia memiliki kekayaan sumber energi alternatif yang melimpah, mulai dari batu bara, panas bumi, hingga komoditas tanaman untuk bahan bakar nabati.

Sebelumnya, Indonesia telah menerapkan biodiesel B50 yang memadukan 50 persen solar dengan fatty acid methyl ether (FAME) berbahan minyak sawit. Kebijakan tersebut berhasil menghapuskan kebutuhan impor solar CN48, dan pola serupa kini hendak didorong pada komoditas bensin melalui pemanfaatan bioetanol.

Dorongan Mandatori Bioetanol

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan pemerintah mendorong kebijakan mandatori campuran etanol 20 persen pada 2027 hingga 2028 sebelum beralih ke E50. Langkah tersebut dinilai dapat menekan impor bensin seminimal mungkin menuju kemandirian energi.

Bahlil menuturkan bahan baku bioetanol sangat melimpah di dalam negeri, antara lain bersumber dari tebu, singkong, dan jagung. Sejumlah negara seperti Brasil dan Amerika Serikat tercatat telah memanfaatkan bauran etanol hingga taraf E100, sedangkan Tiongkok dan India telah menetapkan mandatori 20 persen.

Sumber: Liputan6; Kumparan; Jawa Pos

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.