Sumber foto: Republika DPR Sebut Penurunan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen Pertama Kali Terjadi
3 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak menyebut kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen merupakan peristiwa yang baru pertama kali terjadi sejak Indonesia merdeka untuk memperkuat produktivitas petani menuju swasembada pangan.
Hanan menuturkan bahwa harga pupuk sebelumnya tergolong tinggi dan berpotensi membebani petani tanpa sokongan subsidi pemerintah. Kenaikan harga bahan baku dunia seperti gas, fosfat, dan kalium sempat menjadi kendala industri pupuk nasional, namun pemerintah tetap memangkas harga subsidi tersebut.
“Harganya turun 20 persen. Nah, ini luar biasa perhatian pemerintah ya. Baru terjadi ini, kelihatannya (sejak) Indonesia merdeka, baru ini ya pupuk turun harganya. Ini sangat luar biasa,” kata Hanan dalam Forum Diskusi Pertanian di Jakarta.
Selain penurunan harga, Hanan memuji langkah pemangkasan birokrasi distribusi pupuk dari 145 ketentuan menjadi hanya empat atau lima aturan. Menurut dia, reformasi regulasi tersebut memastikan pasokan sarana produksi tiba secara tepat waktu, tepat jumlah, serta mudah diakses oleh para petani di berbagai daerah.
Ia juga menekankan pentingnya modernisasi alat mesin pertanian mengingat bertambahnya usia rata-rata tenaga kerja di sektor pangan. Ia mencatat perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap penerapan teknologi mekanisasi telah berlangsung sejak 2014 guna mendongkrak efisiensi.
Kebijakan Harga Gabah
Menurut Hanan, langkah pemerintah turut diperkuat instrumen perlindungan sosial ekonomi seperti penetapan harga pembelian pemerintah. Ia menjelaskan bahwa penetapan batas harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram memberi jaminan keuntungan bagi petani sekaligus mengamankan cadangan beras nasional.
Ia menambahkan bahwa rangkaian intervensi sektor irigasi, sarana produksi pupuk, teknologi mesin, hingga regulasi harga telah mendongkrak capaian produksi gabah kering panen secara berkelanjutan.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.