Sumber foto: Liputan6 Israel Perintahkan Penutupan Tepi Barat Usai Insiden Dekat Hebron
3 kali dilihat
Pemerintah Israel memerintahkan aparat keamanan mengepung Kota Hebron dan bersiap menutup seluruh kawasan Tepi Barat pada Jumat (23/10/2026) setelah tentara menembak mati dua pria bersenjata di dekat wilayah tersebut.
Peristiwa penembakan itu melukai sedikitnya lima orang, dengan beberapa korban di antaranya berada dalam kondisi kritis. Insiden terjadi di dekat Persimpangan Yehuda atau pos pemeriksaan Farsh al-Hawa dekat Hebron pada Jumat pagi waktu setempat.
Militer Israel mengklaim telah menggagalkan rencana serangan terhadap warga sipil Israel. Pihak militer menyatakan kedua pria yang tewas membawa senjata api berupa senapan M16 dan pistol, meski sasaran pasti serangan tersebut belum dirinci.
Menanggapi kejadian itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat darurat bersama kabinet keamanan serta para petinggi militer dan intelijen. Netanyahu menuduh kelompok Hamas merencanakan serangan besar untuk mencelakai warga sipil menjelang pemilihan umum Israel.
“Saya telah menginstruksikan IDF (militer) dan pasukan keamanan untuk segera menerapkan pengepungan di kota Hebron serta bersiap melakukan karantina wilayah (lockdown) penuh di seluruh wilayah Yudea dan Samaria mulai hari ini,” kata Netanyahu.
Petugas layanan darurat medis melaporkan kontak senjata masih berlangsung saat mereka tiba di lokasi kejadian. Dua korban luka berusia sekitar 20-an tahun dilaporkan menderita luka tembak pada bagian kaki, dan salah satu korban ditemukan tidak sadarkan diri.
Selain perintah penutupan wilayah, militer Israel pada hari yang sama menggelar puluhan operasi penggerebekan di Tepi Barat. Operasi gabungan bersama dinas intelijen tersebut berujung pada penangkapan puluhan orang serta penyitaan senjata api berupa senapan M16 dan senapan mesin ringan.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan insiden tersebut memperkuat alasan pembatasan mobilitas warga Palestina di Tepi Barat. Selama sebulan terakhir, otoritas Israel tercatat telah empat kali memberlakukan penutupan gerbang dan pos pemeriksaan yang menghubungkan desa-desa Palestina dengan jalur utama.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.