Asia Pasifik

Seribu Korban Gempa Bumi di Kumamoto Jepang Masih Mengungsi

3 kali dilihat

KUMAMOTO, AktuaNews – Lebih dari 1.000 warga di Prefektur Kumamoto, Jepang, dilaporkan masih bertahan di pusat-pusat evakuasi hingga Senin (26/10/2026) setelah gempa bumi bermagnitudo 7,1 melanda kawasan tersebut pada 28 Juli 2026.

Bencana yang terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat itu menelan 38 korban meninggal dunia, dengan rincian dua orang tewas saat lindu berlangsung dan 36 orang meninggal akibat dampak lanjutan bencana. Secara keseluruhan, total korban luka maupun terdampak tercatat mencapai 420 orang, seperti diberitakan ANTARA.

Pusat evakuasi saat ini tetap beroperasi di 21 lokasi yang tersebar pada tujuh kota dan wilayah administratif setingkat kota kecil. Sebanyak 579 warga mengungsi di Yatsushiro, 263 orang di Uki, 155 orang di Hikawa, serta 65 orang di Uto. Kerusakan fisik tercatat mencapai 82.223 unit rumah warga, termasuk 2.585 unit yang rusak total.

Para pengungsi masih menanti ketersediaan hunian sementara agar dapat meneruskan kehidupan normal. Kondisi ketidakpastian tersebut dialami pengungsi di Yatsushiro bernama Yoichi Yamaguchi (74) yang permohonan hunian sementaranya belum terpilih.

Rencana Rekonstruksi

Pemerintah Prefektur Kumamoto merilis rancangan rencana pemulihan dan rekonstruksi pada Selasa (27/10/2026). Rencana tersebut disusun untuk membantu warga bangkit kembali sekaligus mempercepat penyediaan tempat tinggal sementara.

“Kita harus menjadikan rencana ini sebagai secercah harapan bagi daerah-daerah yang terdampak bencana,” kata Gubernur Kumamoto Takashi Kimura dalam rapat rekonstruksi.

Pemerintah daerah setempat menyiapkan peta jalan pemulihan hingga tahun anggaran 2028 untuk membenahi kehidupan warga dan membangun ulang infrastruktur. Program tersebut turut memperhitungkan kendala suhu panas ekstrem serta gangguan pasokan air bersih.

Agenda kerja itu mencakup pembaruan pedoman operasional pengungsian, penguatan saluran air, dan pemberian layanan kesehatan mental serta fisik bagi penyintas. Selain itu, pemerintah merancang antisipasi tsunami baru menyusul kekhawatiran terkait segmen patahan lepas pantai dekat pusat gempa.

Sumber: Media Indonesia; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Kirana Mikail

Kirana Mikail adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Global dan Teknologi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.