Timur Tengah

Netanyahu dan Eisenkot Saling Klaim Mandat Pemerintahan Israel

3 kali dilihat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penantangnya, Gadi Eisenkot, sama-sama mengeklaim mandat guna membentuk kabinet baru di tengah persaingan ketat hasil pemungutan suara parlemen Israel pada Rabu (28/10/2026).

Hasil hitung cepat menunjukkan aliansi oposisi pimpinan Eisenkot unggul tipis dari blok sayap kanan Netanyahu. Meski demikian, kedua kubu belum menembus ambang batas minimal 61 kursi dari total 120 kursi Knesset yang diperlukan untuk menyusun pemerintahan mayoritas.

Netanyahu menemui pendukungnya di Yerusalem dan menyatakan niatnya menghimpun kekuatan sayap kanan. Menurut Netanyahu, persatuan kelompok mayoritas diperlukan dalam menyusun kabinet, kendati dirinya tidak secara langsung mendeklarasikan kemenangan mutlak.

Sementara itu, Eisenkot mengumpulkan massanya di Tel Aviv dan menyatakan rakyat menghendaki pergantian kekuasaan. Mantan panglima militer Israel tersebut mendesak Netanyahu mundur seraya memperingatkannya agar tidak memanfaatkan isu pertahanan untuk kepentingan pribadi.

“Netanyahu, jangan berani-beraninya menggunakan keamanan Israel untuk kepentingan politiknya,” kata Eisenkot.

Eisenkot juga menepis gagasan pemungutan suara ulang jika penjajakan koalisi mengalami kebuntuan politik. Tingkat partisipasi pemilih pada pesta demokrasi kali ini tercatat menembus rekor tertinggi dalam rentang waktu beberapa dekade terakhir.

Pemilihan umum 2026 menjadi pemilu perdana di Israel semenjak perang Gaza berkobar pada 7 Oktober 2023. Blok politik yang menghimpun kursi di bawah batas mayoritas diwajibkan merangkul mitra koalisi tambahan demi mengamankan kepemimpinan nasional.

Sumber: Kumparan; Detik

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Kirana Mikail

Kirana Mikail adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Global dan Teknologi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.