Sumber foto: Liputan6 Mentan Minta Polisi Usut Mafia Pengoplos Beras SPHP
0 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta jajaran kepolisian membongkar jaringan mafia beras bersubsidi hingga tuntas setelah menemukan dugaan pengoplosan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jakarta Timur pada Rabu (28/10/2026).
Amran menegaskan pengusutan perkara tidak boleh berhenti pada pelaku yang telah diamankan bila penyelidikan masih mendapati keterlibatan pihak lain. Penegak hukum diminta menelusuri rantai distribusi, mulai dari asal pasokan, lokasi pengemasan, jalur penjualan, hingga penerima keuntungan dari praktik ilegal tersebut.
“Kalau bisa dibongkar sampai akar-akarnya. Kami sebagai Menteri Pertanian, kami memohon kepada Pak Kapolres, kepolisian, ini dibongkar sampai akar-akarnya,” kata Amran saat inspeksi mendadak di Matraman.
Temuan Beras Oplosan
Dalam inspeksi di Toko atau Rumah Beras Kayumanis, Matraman, Amran menemukan dugaan penyalahgunaan beras bersubsidi sebanyak 600 ton. Beras program stabilisasi pangan tersebut dikemas ulang lalu dijual kembali ke pasaran sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi.
Penyelidikan awal menunjukkan pasokan beras tersebut mengarah pada gudang Bulog di Kelapa Gading, meski hal tersebut masih menunggu pendalaman penyidik kepolisian. Amran juga mengapresiasi kesigapan Polres Jakarta Timur bersama jajaran Intelkam yang mengungkap penyelewengan sebelum beras tersebar luas.
Setelah meninjau lokasi pertama, Amran bersama jajaran Polri mendatangi kawasan Pasar Induk Beras Cipinang. Di pasar induk tersebut, ia menduga praktik serupa berjalan dalam skala besar dengan potensi volume mencapai ribuan ton apabila dilakukan setiap hari.
Pemerintah memastikan tidak menoleransi pelaku penyalahgunaan beras subsidi karena merugikan warga dan merusak tata niaga beras. Amran menegaskan sanksi pemecatan serta proses hukum menanti pegawai Kementerian Pertanian jika terbukti terlibat dalam jaringan peredaran beras oplosan tersebut.
Sumber: Liputan6; Media Indonesia; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.