Sosial

Survei KedaiKOPI Catat 81,5 Persen Pemuda Bangga Jadi WNI

0 kali dilihat

JAKARTA, AktuaNews – Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil survei yang mencatat sebanyak 81,5 persen pemuda Indonesia mengaku bangga menjadi warga negara Indonesia (WNI), meski sebagian besar di antaranya juga memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri jika mendapatkan kesempatan.

Hasil penelitian bertajuk “Menakar Arah Pemuda: Tantangan Ekonomi, Pekerjaan, dan Preferensi Politik Menuju 2029” tersebut dipaparkan dalam diskusi di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Tingkat kebanggaan diukur memakai skala satu sampai sepuluh, dengan capaian skor rata-rata pemuda sebesar 7,51 dan 28,7 persen responden memberikan nilai tertinggi.

“Jadi memang sebenarnya secara nasionalisme, identitas sebagai Indonesia, di kalangan pemuda itu masih baik. Mereka tidak malu dan cukup bangga punya identitas Indonesia itu sendiri,” kata Kepala Riset Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah.

Selain kebanggaan identitas, sebanyak 71,3 persen responden menilai nilai-nilai Sumpah Pemuda masih relevan menjawab tantangan hidup era digital. Namun, sebanyak 18,5 persen responden menyatakan tidak bangga menjadi WNI, angka yang dinilai Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio dan Peneliti Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli perlu menjadi perhatian untuk terus membangun kebangsaan.

Survei tersebut mencatat 75,2 persen pemuda ingin mencari pengalaman kerja di mancanegara, terutama didorong faktor pendapatan lebih tinggi sebesar 78,2 persen. Kendati demikian, persilangan data menunjukkan 61,6 persen responden bangga menjadi WNI sekaligus berminat bekerja di luar negeri, serta 77,8 persen dari peminat kerja luar negeri berencana kembali pulang ke Tanah Air.

Persoalan ekonomi dalam negeri turut tergambar lewat temuan 74,7 persen responden yang menilai mencari kerja di Indonesia sulit, seperti diberitakan Kumparan. Hambatan utama yang dirasakan meliputi kebutuhan koneksi atau orang dalam sebesar 56 persen dan keterbatasan lapangan pekerjaan sebesar 48 persen.

Pengambilan data berlangsung secara daring pada 23 sampai 29 September 2026 terhadap 1.213 responden berusia 17 hingga 45 tahun di 36 provinsi. Populasi survei mencakup generasi Z dan milenial dengan pembobotan data metode iterative proportional fitting.

Sumber: Kumparan; ANTARA

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Herviana Mesayu

Herviana Mesayu adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Nasional. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.