Sumber foto: Liputan6 Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Militer Siaga Hadapi Ancaman Musuh
0 kali dilihat
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei pada Sabtu (31/10/2026) memerintahkan komandan senior militer untuk segera memberikan respons efektif terhadap setiap ancaman musuh tanpa batasan geografis guna menciptakan daya tangkal maksimal.
Dalam pernyataan di akun Telegram resminya, Mojtaba Khamenei meminta militer memperbarui daftar target agar aset fisik maupun nonfisik Amerika Serikat (AS) dan Israel masuk dalam jangkauan serangan. Kantor berita IRNA memberitakan instruksi kesiapan tempur cerdas tersebut disampaikan Khamenei saat menggelar pertemuan dengan para komandan militer.
“Jika musuh kembali melancarkan serangan militer atau teroris, angkatan bersenjata Republik Islam Iran dan bangsa Iranlah yang akan menentukan waktu dan kondisi berakhirnya serangan tersebut,” kata Khamenei.
Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akraminia memperingatkan bahwa aksi militer lanjutan dari Washington dapat memperluas pertempuran ke wilayah yang lebih luas. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pada Sabtu (31/10/2026) bahwa angkatan bersenjata negaranya siap memberikan perlawanan terhadap pihak yang membahayakan rakyat Iran.
Upaya Diplomasi dan Situasi Regional
Jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan masih berjalan di tengah meningkatnya ancaman serangan militer. Delegasi Qatar tiba di Teheran pada Jumat (30/10/2026) untuk berunding dengan pejabat senior Iran. Qatar bersama Pakistan selama ini bertindak sebagai mediator bagi pihak-pihak yang berkonflik, kendati perundingan belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Di pihak lain, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan telah mengirimkan surat kepada pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei atas arahan Presiden Donald Trump. Surat tersebut ditujukan untuk membuka kembali jalur perundingan dan mencegah serangan militer lanjutan. Pemerintah Iran mengonfirmasi telah menerima surat itu, tetapi belum memberikan tanggapan resmi.
Ketegangan militer juga sempat memanas di perairan strategis Selat Hormuz pada Sabtu (31/10/2026) pagi setelah kapal nelayan diserang. Televisi pemerintah Iran melaporkan dua nelayan asal Qeshm yang sempat dinyatakan hilang telah ditemukan, sementara dua nelayan lainnya mengalami luka-luka.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.