Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi (depan keempat dari kiri) bersama ratusan anak dengan down syndrome memeriahkan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Kuning(ANTARA/Sean Filo Muhamad) — Sumber foto: Media Indonesia Kemenkes Ajak Masyarakat Rangkul Penyandang Down Syndrome
0 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat merangkul serta mendukung penyandang down syndrome untuk menghapus stigma dan mengusir rasa kesepian melalui pemanfaatan layanan fasilitas kesehatan primer di puskesmas.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menyampaikan ajakan itu dalam acara jalan sehat bersama anak penyandang down syndrome di Jakarta. Endang menegaskan bahwa kesehatan paripurna tidak hanya mengenai kebebasan dari penyakit fisik, melainkan mencakup kesehatan jiwa yang bersumber dari penerimaan sosial.
“Kesepian adalah ketika seseorang merasa tidak diterima, tidak dilibatkan, tidak dianggap ada, dan kesepian itu nyata dampaknya bagi kesehatan, terutama kesehatan jiwa,” kata Endang.
Endang mengimbau publik memulai langkah sederhana guna menepis keterasingan para penyandang disabilitas, seperti memberikan senyuman, sapaan hangat, serta ajakan berinteraksi atau bermain. Selain itu, orang tua diminta tidak berkecil hati dan terus aktif memantau pertumbuhan buah hati mereka melalui fasilitas kesehatan primer secara terpadu.
Pemerintah menyatakan kesiapan untuk mendampingi keluarga dalam perawatan anak. Kemenkes juga berupaya memperkuat pemeriksaan dini dan penanganan gangguan kesehatan penyerta melalui program cek kesehatan gratis pada fasilitas tingkat pertama.
Ketua Umum Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Eliza Rogi menjelaskan acara jalan sehat tersebut diselenggarakan untuk memperingati Bulan Kesadaran Down Syndrome yang berlangsung setiap Oktober. Penyelenggara mengusung tema Together Against Loneliness atau bersama melawan kesepian lantaran penyandang down syndrome dinilai masih menghadapi pengabaian serta stigma di tengah masyarakat.
Sumber: Media Indonesia; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.