Sumber foto: Liputan6 Singapura Tanggapi Tudingan Penjualan Kembali LNG Asal Indonesia
0 kali dilihat
Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura memberikan klarifikasi mengenai tudingan bahwa gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) asal Indonesia dijual kembali ke negara lain oleh pelaku usaha di negara tersebut.
Klarifikasi tersebut merespons pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang menduga sebagian dari 148 kargo LNG kiriman Indonesia diperdagangkan kembali ke negara lain. Juru bicara kementerian di Singapura menerangkan bahwa negara tersebut merupakan pusat perdagangan internasional dengan lebih dari 50 perusahaan yang aktif memperdagangkan LNG global dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, hingga Malaysia.
Pihak kementerian menjelaskan bahwa keputusan komersial memang diambil oleh pedagang di Singapura, tetapi pengiriman fisik kargo tidak melintasi wilayah negara pulau tersebut. “Meski pedagang berbasis di Singapura mengambil keputusan komersial atas kargo tersebut, LNG biasanya dikirim langsung dari negara asal ke pembeli akhir dan tidak melewati wilayah Singapura,” ujar juru bicara kementerian, seperti diberitakan Liputan6.
Pemerintah Singapura juga menegaskan bahwa seluruh gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui jaringan pipa digunakan murni untuk konsumsi dalam negeri, bukan untuk diekspor kembali ke pasar luar negeri.
Di sisi lain, Indonesia mulai mengurangi ekspor gas pipa ke Singapura sejak Sabtu (24/10/2026) demi memperkuat pasokan domestik. Otoritas Pasar Energi Singapura mencatat penurunan pasokan itu mencapai sekitar 17 miliar British thermal unit per hari selama 18 hari, atau setara kurang dari dua persen dari total kebutuhan harian Singapura.
Bahlil menyatakan pengurangan pasokan gas pipa tersebut masih berada di atas batas minimum perjanjian bilateral. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Minggu (25/10/2026) meminta semua pihak tetap menghormati komitmen kontrak komersial yang telah disepakati.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.