Jakarta International Stadium (JIS).(Dok. Pemprov DKI) — Sumber foto: Media Indonesia Pramono Anung Instruksikan Pembatasan Konser Musik di JIS
0 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan pengelola Jakarta International Stadium untuk membatasi perizinan konser musik berskala besar demi menjaga kelayakan fasilitas pertandingan sepak bola serta mempertahankan fungsi utama arena sebagai markas Persija Jakarta.
Instruksi tersebut ditujukan secara langsung kepada badan usaha milik daerah, PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Langkah pengetatan diambil menyusul keluhan dari pihak pelatih dan pemain sepak bola profesional terkait menurunnya mutu rumput arena pertandingan setelah dipakai untuk acara pertunjukan musik.
Pramono menegaskan gelanggang olahraga di kawasan Jakarta Utara tersebut didirikan untuk memfasilitasi cabang olahraga sepak bola. Jakpro diminta tidak menerima seluruh permohonan penyewaan dari promotor pertunjukan hiburan secara sembarangan agar kondisi permukaan lapangan tidak terganggu.
“Termasuk konser-konser yang sekarang ini banyak yang ingin menggunakan JIS, tentunya kami akan melakukan pembatasan. Enggak semua konser bisa dilakukan, karena apa pun, saya tetap meminta kepada Jakpro bahwa JIS adalah kandangnya Persija,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Menurut evaluasi pengelola stadion, rumput lapangan kini dipastikan membutuhkan durasi pemulihan paling lama dua pekan setelah konser berakhir sebelum dapat digunakan bertanding kembali. Sebelumnya, kritik mengenai buruknya kondisi lapangan sempat disampaikan oleh pemain bertahan Persija Rizky Ridho dan pelatih Shin Tae-yong ketika lapangan dipaksakan menggelar laga berselang satu pekan pasca-acara musik.
Selain pengaturan jadwal acara panggung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mematangkan rencana penjualan hak penamaan atau naming rights stadion berkapasitas besar tersebut yang keputusannya akan segera ditetapkan.
Sumber: Media Indonesia; Detik; Liputan6
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.