Amerika dan Eropa

Sejumlah Penerbangan di Eropa Terganggu Teror Ancaman Bom Palsu

0 kali dilihat

Rentetan penerbangan di kawasan Eropa menerima laporan ancaman bom palsu pada Selasa (3/11/2026) hingga memicu pengalihan rute serta pemeriksaan ketat dari aparat keamanan setempat.

Maskapai yang terdampak ancaman tersebut antara lain Ryanair, LOT, Scandinavian Airlines (SAS), dan Wizz Air. Seluruh pemeriksaan yang digelar di berbagai bandara tujuan tidak menemukan keberadaan bahan peledak dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Di Italia, dua jet tempur Eurofighter milik Angkatan Udara Italia dikerahkan untuk mencegat serta mengawal penerbangan Ryanair rute Dublin menuju Roma. Pesawat Ryanair lain dari Lisbon juga mendarat di Bandara Fiumicino, Roma, sebelum menjalani penyisiran oleh tim penjinak bom kepolisian yang memastikan kondisi aman.

Otoritas Polandia sempat menutup operasional Bandara Modlin setelah pesawat maskapai LOT dari Bandara Heathrow, London, dialihkan ke lokasi tersebut akibat ancaman bom. Pemeriksaan terhadap pesawat LOT memastikan tidak ada benda berbahaya di dalamnya.

Pada hari yang sama, pesawat SAS rute Kopenhagen menuju Bandara Chopin, Warsawa, turut diperiksa kepolisian setelah mendarat secara normal. Kantor berita Polandia PAP melaporkan bahwa pengelola bandara sempat menutup salah satu landasan pacu untuk menerapkan prosedur keselamatan.

“Para penumpang telah turun dari pesawat. Pesawat mendarat secara normal, bukan melakukan pendaratan darurat,” kata juru bicara SAS, Alexandra Lindgren Kaoukji, kepada PAP.

Di Spanyol selatan, pesawat Ryanair dari Manchester yang membawa 121 penumpang dan awak mendarat di Bandara Murcia pada pukul 10.30 waktu setempat. Perwakilan pemerintah Spanyol di wilayah Murcia, Francisco Lucas, memastikan bahwa pemeriksaan keamanan tuntas tanpa ditemukan bahan peledak.

Sementara itu di Yunani, penjaga pantai mengevakuasi kapal pesiar Crown Iris berbendera Panama di Pulau Syros menyusul ancaman bom pada Selasa malam. Kapal berpenumpang sekitar 1.500 orang tujuan Haifa tersebut akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan setelah pemeriksaan membuktikan nihil bahan peledak.

Sumber: Liputan6; Kumparan; Okezone

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Kirana Mikail

Kirana Mikail adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Global dan Teknologi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.