Sumber foto: Liputan6 Anggaran Operasional Kemenko Hilirisasi Bersumber dari Kementerian ESDM
2 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:01 WIB
JAKARTA, AktuaNews – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyatakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026), bahwa biaya operasional Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan bersumber dari alokasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pengalihan anggaran tersebut ditujukan guna memastikan seluruh aktivitas operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi langsung berjalan. Lembaga koordinator baru tersebut kini telah mengantongi struktur kelembagaan tetap serta menempati kantor di lingkungan Kementerian ESDM.
“Tinggal nanti kan kita bikin apakah namanya bagian anggaran, tata kelolanya, administrasinya, bagian anggarannya, BA-nya berapa, dan seterusnya, itu dalam proses kita buat,” kata Suahasil.
Merujuk APBN Tahun Anggaran 2027, Kementerian ESDM memperoleh alokasi dana senilai Rp27,37 triliun. Alokasi dana tersebut yang nantinya ditata ulang oleh pemerintah untuk menopang kebutuhan kantor baru itu, termasuk penetapan bagian anggaran serta mekanisme pengelolaannya.
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan langkah pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan program hilirisasi nasional serta transisi energi. Saat ini Bahlil Lahadalia mengemban dua posisi sekaligus, yakni Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri ESDM.
Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi memiliki mandat untuk mengoordinasikan kementerian serta lembaga terkait. Salah satu institusi yang berada di bawah koordinasinya adalah Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Sumber: Liputan6; Media Indonesia; Republika
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.