Pesawat pengebom jarak jauh B-1 Lancer.(defensetech.org) — Sumber foto: Media Indonesia AS Tarik Pesawat Pengebom B-1 dari Inggris Akibat Ancaman
3 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:03 WIB
WASHINGTON, AktuaNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi penarikan seluruh armada pesawat pengebom B-1 Angkatan Udara AS dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Inggris pada Senin (5/10/2026) setelah muncul sejumlah ancaman keamanan yang diyakini berkaitan dengan Iran.
Pemindahan seluruh alat utama sistem persenjataan tersebut dilakukan demi menjaga aset strategis sekaligus mencegah provokasi militer di wilayah barat daya Inggris. Trump menyampaikan keterangan tersebut kepada awak media di Gedung Putih sebelum melakukan perjalanan dinas menuju Nebraska.
“Ada beberapa ancaman, dan daripada memancing musuh, kita akan menangkap musuh dan mengalahkan mereka,” kata Trump di Washington.
Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa seluruh pesawat pengebom strategis yang berada di pangkalan tersebut telah diterbangkan kembali menuju pangkalan asalnya di wilayah AS. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan keyakinannya terhadap sistem keamanan pangkalan AS serta menegaskan kerja sama penyelidikan terus berjalan bersama otoritas Inggris.
Insiden keamanan mencuat setelah aparat kepolisian menangkap lima warga Inggris di dekat pangkalan udara atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak pada 27 September. Petugas tidak menemukan bahan peledak di dalam kendaraan para terduga, melainkan mendapati muatan bensin, sebelum akhirnya membebaskan mereka dengan jaminan.
Seorang warga negara ganda Inggris-Iran juga ditangkap aparat kepolisian pada 1 Oktober sebelum memperoleh penangguhan penahanan serupa. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan adanya indikasi kuat keterlibatan pihak Iran dalam rencana ancaman terhadap fasilitas militer tersebut, meski tuduhan tersebut dibantah oleh Kedutaan Besar Iran di London.
RAF Fairford menjadi pangkalan krusial di daratan Eropa yang diizinkan pemerintah Inggris sejak Maret untuk mendukung operasi militer AS terhadap sasaran pertahanan Iran. Lokasi pangkalan tersebut sebelumnya juga pernah digunakan oleh pasukan multinasional untuk melancarkan serangan udara menuju Irak serta bekas Yugoslavia.
Sumber: Media Indonesia; ANTARA; Liputan6
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.