Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring (tengah) berbicara dalam kegiatan diskusi yang diselenggarakan Jusraga di Jakarta, Selasa (6/10/2026).(ANTARA/Donny Aditra) — Sumber foto: Media Indonesia Fictor Roring Usul Penambahan Laga IBL All Indonesian
2 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:08 WIB
JAKARTA, AktuaNews – Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan turnamen Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah pada Selasa (6/10/2026) di Jakarta demi memperbanyak menit bermain atlet lokal.
Fasilitas bertanding tersebut dinilai penting untuk menopang kebutuhan tim nasional putra Indonesia secara berkelanjutan. Gagasan itu ia sampaikan dalam diskusi bertema Satu Ekosistem Bola Basket Indonesia: Pembinaan, Liga, Industri, dan Prestasi yang diadakan oleh komunitas Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga).
“Kalau IBL All-Indonesian itu 25 atau 30 gim, selesai masalah menit bermain bagi pemain lokal,” kata Fictor.
Format turnamen khusus pemain lokal tersebut saat ini hanya menyediakan sekitar lima sampai enam laga hingga babak final. Jumlah pertandingan tersebut dinilai belum memadai untuk memperkaya pengalaman bertanding pemain lokal, terutama bagi atlet muda yang jarang diturunkan klub pada kompetisi reguler IBL.
Penambahan laga dinilai dapat menjaga kemampuan kompetitif atlet karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan. Dampak positif dari banyaknya kesempatan bertanding tersebut diyakini akan dirasakan langsung oleh klub maupun tim nasional basket Indonesia.
Dukungan Pemain Asing dan Pembinaan Berkelanjutan
Mantan pelatih tim nasional bola basket Indonesia yang akrab disapa Coach Ito itu tetap mendukung keberadaan pemain asing pada kompetisi IBL. Kehadiran pebasket impor dinilai penting sebagai mitra tanding sekaligus tolok ukur bagi atlet lokal dalam meningkatkan mutu permainan.
Fictor juga mengingatkan bahwa pembinaan atlet tidak boleh terputus ketika seorang pemain mulai menembus panggung profesional. Klub basket tetap wajib melanjutkan pembinaan agar kemampuan dasar atlet terus terasah secara konsisten.
Menurut mantan pemain Satria Muda tersebut, pembinaan berjenjang dari usia muda hingga jenjang profesional akan menjadikan kompetisi domestik sebagai wadah pengembangan pemain. Upaya berkesinambungan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tim nasional dalam jangka panjang.
Sumber: Media Indonesia; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.