Sumber foto: Liputan6 Prabowo Resmikan Hilirisasi dan Tepis Prediksi Indonesia Kolaps
1 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 16:51 WIB
HALMAHERA TENGAH, AktuaNews – Presiden Prabowo Subianto menepis ramalan sejumlah pihak mengenai keruntuhan ekonomi nasional saat meresmikan proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Keyakinan tersebut disampaikan Kepala Negara setelah meninjau aktivitas industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Prabowo menilai perkembangan industri dan sambutan para pekerja mematahkan berbagai proyeksi muram tentang masa depan ekonomi bangsa.
“Mereka-mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse, tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah,” kata Prabowo sebagaimana disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyatakan ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi bukti konkret keberhasilan arah kebijakan hilirisasi. Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada para pemimpin pemerintahan sebelumnya yang berani meletakkan dasar pembangunan industri nasional, sembari menegaskan bahwa proses pembangunan bangsa membutuhkan perjalanan panjang.
Penyerapan Tenaga Kerja
Presiden turut mengapresiasi manajemen IWIP dan rekanan usahanya karena mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal. Ia memuji karakter masyarakat kawasan timur Indonesia yang dinilai memiliki loyalitas tinggi dan etos kerja keras.
Seperti diberitakan Media Indonesia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan bahwa realisasi penanaman modal di kawasan industri terpadu tersebut telah mencapai 20 miliar dolar AS. Kawasan itu juga berencana menambah pengembangan senilai 7 miliar dolar AS dan tercatat telah mempekerjakan lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
Pada kunjungan tersebut, Presiden meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp180 triliun. Agenda itu mencakup peluncuran 11 proyek hilirisasi baru, komersialisasi empat proyek industri yang telah berjalan, peletakan batu pertama 11 ekosistem hilirisasi nikel, serta pembangunan tujuh proyek industri baru di area IWIP.
Sumber: Liputan6; Media Indonesia; Republika
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.