Sumber foto: Republika NPC Indonesia Lepas Tim Sepak Bola Cerebral Palsy ke Piala Dunia
4 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:05 WIB
SOLO, AktuaNews – National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) resmi melepas tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) untuk berlaga pada ajang IFCPF World Cup 2026 dalam acara doa bersama di Solo, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2026).
Acara syukuran bertajuk “Melampaui Batas dengan Kekuatan Doa” tersebut juga digelar guna menyongsong keikutsertaan tim Indonesia pada Asian Para Games di Aichi-Nagoya, Jepang. Tim sepak bola CP Indonesia dijadwalkan terbang ke Amerika Serikat pada Sabtu (10/10/2026) guna menjalani turnamen yang berlangsung pada 14 hingga 24 Oktober 2026.
Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menyampaikan keikutsertaan perdana ini tidak dibebani target muluk karena fokus utama tim adalah menimba pengalaman internasional.
“Indonesia baru pertama kali ini mengikuti Piala Dunia. Jadi, kita tidak bisa berbicara targetnya bagaimana. Yang terpenting sekarang kita bisa ke sana, kita menimba ilmu, pengalaman-pengalaman dan lihat apa yang bisa dilakukan selanjutnya,” kata Senny.
Sebanyak 14 pemain yang terpilih melalui seleksi nasional sebelumnya telah merampungkan pemusatan latihan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar. Pada kejuaraan dunia tersebut, Indonesia tergabung di Grup C bersama Inggris, Republik Irlandia, dan Jepang.
Kesiapan Kontingen
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto menyatakan persiapan tim sepak bola CP telah mencapai 100 persen, mencakup kesiapan fisik, mental, perlengkapan tanding, dan visa. Delegasi kejuaraan dunia tersebut beranggotakan 14 atlet didampingi 15 ofisial, sementara kontingen Asian Para Games berkekuatan 103 atlet dari 12 cabang olahraga.
Pelatih tim Yanuar Dhuma Ardhiyanto menjelaskan strategi permainan telah disiapkan secara berbeda untuk setiap lawan di fase grup, seperti diberitakan Republika. Bek tim Indonesia Diky Hendrawan menyatakan seluruh pemain siap tampil maksimal dan membidik peluang lolos dari babak penyisihan grup.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.