Bisnis

Pertamina Latih Pengelola Homestay di Kuta Jelang Balapan Mandalika

7 kali dilihat

LOMBOK TENGAH, AktuaNews – PT Pertamina (Persero) menggandeng Universitas Mataram untuk memberikan pelatihan perhotelan dan bahasa Inggris kepada para pengelola penginapan di Desa Kuta, Lombok Tengah, menjelang balapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober 2026.

Pelatihan tersebut mencakup manajemen penginapan (homestay), keramahtamahan (hospitality), serta kecakapan berbahasa Inggris bagi pengelola dan pekerja. Langkah pembinaan ini ditujukan kepada masyarakat kawasan Ring 1 di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit agar mutu pelayanan wisatawan meningkat seiring lonjakan pengunjung ajang wisata olahraga tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menyatakan bahwa penguatan kapasitas masyarakat merupakan ikhtiar perseroan agar dampak ekonomi ajang balap terasa berkelanjutan. Pertamina berfokus pada dua sektor utama dalam memberdayakan warga sekitar lintasan balap, yakni kebersihan lingkungan dan standar pelayanan pariwisata.

“Kita melihat ada beberapa kegiatan. Yang pertama adalah kita membantu memberdayakan masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Kemudian yang kedua adalah bagaimana masyarakat di sini bisa membantu melayani wisatawan dengan baik,” ujar Arya.

Selain pelatihan akomodasi, Pertamina mengembangkan bank sampah untuk memproses limbah anorganik menjadi kerajinan tangan serta mendaur ulang bahan organik menjadi pupuk. Perseroan juga menyalurkan sepeda motor listrik pengangkut sampah yang didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp di Balai Desa Kuta beserta rumah baterai 20 kWh lewat program Desa Energi Berdikari.

Lonjakan pemesanan kamar dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Pemilik Mong Bungalows, Bani, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian kamar naik tajam dalam sepekan terakhir di tengah tren kunjungan Oktober yang biasanya melandai. Tarif normal yang berada pada rentang Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per malam disesuaikan mengikuti tingginya permintaan.

Kenaikan tarif serupa dialami penginapan lain. Menurut perwakilan Mango Room Mandalika, Dani, seperti diberitakan Kumparan, tarif kamar yang semula Rp600 ribu per malam melonjak menjadi Rp2 juta per malam selama tiga hari rangkaian balapan dan seluruh kamar habis terjual.

Sumber: Okezone; Kumparan; Jawa Pos

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.