Ekspresi penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero usai menggagalkan tendangan penalti pesepak bola Timnas Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). Indonesia juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dengan skor 4-2. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym. — Sumber foto: ANTARA Emil Audero Terima Penghormatan Khusus dari Rayo Vallecano
2 kali dilihat
MADRID, AktuaNews – Penjaga gawang Rayo Vallecano Emil Audero Mulyadi menerima barisan penghormatan dari klub serta para pendukungnya di Campo de Futbol de Vallecas, Madrid, Spanyol, pada Sabtu (10/10/2026) menjelang pertandingan lanjutan liga domestik melawan Athletic Bilbao.
Apresiasi tersebut diberikan menyusul keberhasilan Emil mengantarkan tim nasional Indonesia menjuarai turnamen FIFA ASEAN Cup 2026. Rekan-rekan setimnya berbaris menyambut pemain kelahiran Mataram tersebut saat memasuki lapangan, diiringi tepuk tangan penonton sebelum sesi foto bersama tim dimulai.
Dalam seremoni tersebut, mantan kiper Juventus itu memamerkan seragam khusus penghormatan bernomor punggung 2026 yang memuat tulisan Campeon ASEAN Cup. Pada partai puncak turnamen Asia Tenggara tersebut, Indonesia menang 4-2 atas Thailand melalui babak adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Emil menepis satu tendangan penalti dari pemain Thailand, Nattapong Sayriya, yang mengunci kemenangan tim Merah Putih.
Emil menilai pencapaian bersama tim nasional Indonesia dipenuhi dinamika dan perjuangan keras.
“Kami hanya perlu menikmatinya. Kami layak mendapatkannya. Tim ini menunjukkan karakter kuat. Hal terpenting adalah, jangan menyerah,” tutur Emil Audero.
Kiper berusia 29 tahun itu turun sebagai pemain utama saat Rayo Vallecano menjamu Athletic Bilbao. Namun, pertandingan dihentikan oleh wasit Jose Maria Sanchez Martinez ketika kedudukan masih imbang 0-0.
Penghentian laga dipicu oleh aksi suporter tuan rumah yang menerbangkan sejumlah pesawat kertas serta melemparkan berbagai benda ke dalam lapangan. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terkoordinasi dari para pendukung kepada Presiden Rayo Vallecano Raul Martin Presa. Mengingat situasi lapangan yang tidak kondusif, wasit memutuskan untuk mengirim kedua kesebelasan kembali ke ruang ganti.
Sumber: ANTARA; Detik; Jawa Pos
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.