Ilustrasi. BGN membantah lokasi penemuan jenazah di Kendal merupakan dapur SPPG(Magnific) — Sumber foto: Media Indonesia BGN Bantah Lokasi Temuan Jenazah di Kendal Terkait Dapur MBG
2 kali dilihat
KENDAL, AktuaNews – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa bangunan lokasi penemuan jenazah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bukan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta tidak berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyatakan kepastian tersebut diperoleh sesudah pihaknya menelusuri kabar dan berkoordinasi bersama koordinator wilayah setempat. Menurut dia, tempat itu tidak pernah memuat aktivitas yang berkaitan dengan program pemerintah tersebut.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki identitas SPPG resmi. Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG,” kata Tysa.
Tysa menambahkan, fasilitas kosong tersebut bukan bagian dari gedung SPPG yang terkena dampak kebijakan moratorium pembangunan maupun operasional. BGN memastikan tidak ada pihak mitra yang mengakui kepemilikan atas tempat itu. Lembaga tersebut mengimbau masyarakat menunggu kejelasan fakta dari instansi berwenang sebelum mengaitkan kejadian kriminalitas dengan agenda pemerintah.
Selain memberikan klarifikasi, BGN menyampaikan dukacita mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan akibat peristiwa tersebut. Lembaga itu mendoakan sanak famili korban senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah penemuan jenazah.
Sebelumnya, warga setempat menjumpai jenazah laki-laki dengan tangan terborgol pada lantai dua bangunan kosong di Jalan Arteri, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal pada Selasa (6/10/2026). Korban kemudian teridentifikasi sebagai Donna Nuzulul Aditya, pria berusia 29 tahun asal Kaliwungu yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Bangunan yang sempat disangka sebagai unit pelayanan MBG tersebut tidak terpasang kamera pengawas dan berada dalam keadaan sepi ketika jasad korban ditemukan warga.
Sumber: Media Indonesia; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.