Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. ANTARA/Lifia Mawaddah Putri — Sumber foto: ANTARA Pemprov DKI Jakarta Pastikan Kuasai Saham Mayoritas IPO Dua BUMD
3 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap menjadi pemegang saham mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya saat kedua Badan Usaha Milik Daerah tersebut melantai di bursa saham melalui mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan rencana melantai di bursa saham itu menjadi bagian dari langkah memperkuat tata kelola korporasi daerah. Masuknya pemodal dari masyarakat ditegaskan tidak boleh memangkas kewenangan pemerintah daerah dalam menetapkan keputusan penting maupun arah operasional perusahaan.
“Untuk IPO, baik Bank Jakarta maupun PAM Jaya, dua-duanya DKI harus mayoritas. Ketentuan ini diatur dalam Perda yang kita usulkan, sehingga tidak ada ruang pengalihan pengelolaan atau kewenangan kepada pihak lain,” ujar Pramono di Jakarta.
Penguatan Regulasi Daerah
Ketentuan status kepemilikan pengendali oleh pemerintah daerah nantinya ditegaskan melalui peraturan daerah. Regulasi tersebut disiapkan supaya kendali pemerintah daerah tidak beralih sekalipun kepemilikan lembar saham dilepas kepada masyarakat pemodal di pasar modal.
Langkah pelepasan saham ke publik diharapkan mampu mendorong peningkatan transparansi, memperkuat tata kelola profesional, dan menaikkan standar akuntabilitas internal perseroan. Menjadi entitas terbuka menuntut dua badan usaha daerah ini patuh terhadap ketentuan keterbukaan informasi dan regulasi pasar modal, sebagaimana diberitakan ANTARA.
Pemerintah DKI Jakarta berupaya menjamin kedua korporasi daerah tetap menjalankan fungsi utama bagi warga. Bank Jakarta berperan mendukung aktivitas perbankan serta denyut perekonomian, sedangkan PAM Jaya bertanggung jawab memenuhi ketersediaan pasokan air bersih.
Sumber: ANTARA; Republika; Okezone
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.