Tim sepak bola Cerebral Palsy (CP) Indonesia berfoto bersama dengan ketua umum dan pengurus NPC Indonesia dalam rangkaian acara doa bersama dengan tajuk âMelampaui Batas dengan Kekuatan Doaâ di Kusuma Sahid Prince Hotel, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (07/10/2026). NPC Indonesia resmi melepas tim sepak bola CP untuk mengikuti IFCPF World Cup 2026 yang digelar di Atalanta, Amerika Serikat, 14-24 Oktober 2026 mendatang. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi — Sumber foto: ANTARA Timnas Sepak Bola CP Indonesia Targetkan Lolos Grup Piala Dunia
2 kali dilihat
Diperbarui 9 October 2026, 17:06 WIB
Tim nasional sepak bola cerebral palsy Indonesia menargetkan kelolosan ke fase gugur saat melakoni debut dalam kejuaraan Piala Dunia IFCPF 2026 di Amerika Serikat mulai 14 Oktober 2026.
Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun melepas secara resmi 14 pemain di Hotel Kusuma Sahid Solo pada Rabu (7/10/2026) malam. Skuad Merah Putih dijadwalkan terbang menuju Amerika Serikat pada Sabtu (10/10/2026).
Pada turnamen perdananya di tingkat dunia ini, Indonesia menempati Grup C bersama Inggris, Republik Irlandia, dan Jepang. Pelatih tim sepak bola CP Indonesia Yanuar Dhuma Ardhiyanto memprioritaskan laga awal melawan Republik Irlandia pada 15 Oktober 2026 demi meraih hasil maksimal.
“Fokus kita mengamankan pertandingan pertama melawan Irlandia di tanggal 15 Oktober. Pertandingan ini akan menjadi modal kita dan insya Allah ada tiga poin,” kata Dhuma.
Dhuma menjelaskan tim pelatih telah menyiapkan taktik khusus untuk menghadapi lawan yang mengandalkan keunggulan fisik seperti Inggris dan Republik Irlandia. Di sisi lain, Indonesia sudah mengantongi kelemahan Jepang setelah sebelumnya menang 1-0 pada ajang tingkat Asia Oseania.
Sebelum menuju turnamen, 14 pemain menjalani pemusatan latihan intensif di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia, Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Seperti diberitakan Media Indonesia, pemusatan latihan tersebut berlangsung selama dua bulan dengan fokus pada taktik dan kekuatan skuad.
Pemain bertahan Diky Hendrawan menyebut lolos dari fase grup merupakan sasaran realistis bagi tim. Meski demikian, para pemain tetap memelihara asa untuk terus melaju ke babak semifinal hingga partai puncak.
Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menyatakan keikutsertaan ini merupakan momentum penting karena tim nasional baru pertama kali tampil di panggung dunia. Ajang ini sekaligus menjadi pengalaman perdana bertanding di luar kawasan Asia Tenggara.
Sumber: ANTARA; Media Indonesia
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.