Ilustrasi - Gedung Telkom University dari jepretan hasil foto udara. ANTARA/HO-Telkom University. — Sumber foto: ANTARA Telkom University Tangani Kasus Dugaan Perundungan Mahasiswa di Asrama
1 kali dilihat
BANDUNG, AktuaNews – Telkom University menangani dugaan aksi perundungan antarmahasiswa di asrama lingkungan kampus yang viral di media sosial melalui Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
Penanganan tersebut dilakukan setelah beredar rekaman video berlabel hiburan asrama yang memperlihatkan seorang pria menahan rekannya keluar kamar asrama memakai semprotan cairan dan korek api, seperti diberitakan Republika. Aksi itu membuat korban ketakutan sehingga membatalkan niatnya keluar ruangan dan berupaya menghindar.
Public Relation Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, menyatakan pihak kampus memproses dugaan pelanggaran tersebut sesuai mekanisme yang berlaku dengan memprioritaskan perlindungan bagi korban. Langkah penanganan memprioritaskan pendampingan kepada pihak terdampak serta menjaga kerahasiaan identitas semua orang yang terlibat.
“Telkom University memahami keprihatinan yang muncul atas peristiwa tersebut serta menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan seluruh mahasiswa merupakan prioritas institusi,” ujar Roosdiana.
Komitmen Penegakan Aturan Kampus
Pihak perguruan tinggi memastikan proses pemeriksaan berjalan secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan. Pengelola kampus menegaskan tidak mentoleransi segala wujud intimidasi, perundungan, maupun kekerasan karena berlawanan dengan nilai-nilai perguruan tinggi.
Sanksi sesuai ketentuan institusi disiapkan untuk setiap pelanggaran yang terbukti demi memastikan area perkuliahan tetap aman dan kondusif. Lembaga pendidikan tersebut juga meminta masyarakat serta sivitas akademika menjaga privasi para pihak dengan menghentikan peredaran identitas pribadi maupun rekaman video peristiwa terkait.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.