Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Eddy Abdurrachman (tujuh dari kanan) saat pembukaan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin Kebun (Bintalfisdisbun) bagi penerima Beasiswa SDM Perkebunan 2026, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026). ANTARA/HO-BPDP — Sumber foto: ANTARA BPDP Bekali 5.000 Penerima Beasiswa SDM Perkebunan 2026
3 kali dilihat
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat kesiapan 5.000 mahasiswa penerima Program Beasiswa SDM Perkebunan Tahun 2026 melalui pelatihan karakter guna menghadapi dinamika dunia kerja serta tantangan industri perkebunan nasional.
Jumlah penerima beasiswa tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 400 penerima. Pembekalan mental para mahasiswa dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin Kebun (Bintalfisdisbun).
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman menyatakan bahwa pembangunan sektor perkebunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia pengelolanya. Program beasiswa dirancang tidak hanya membuka akses pendidikan, melainkan juga menempa kesiapan peserta di lapangan.
“Penguasaan ilmu kebun dan teknologi pertanian saja tidak cukup. Di dunia kerja dan industri perkebunan, akan berhadapan dengan tantangan lapangan yang dinamis, cuaca yang menantang, serta tuntutan kedisiplinan dan kepemimpinan yang tinggi,” kata Eddy.
Pelatihan di Berbagai Wilayah
Untuk wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, pembinaan diikuti oleh 570 mahasiswa dari lima perguruan tinggi mitra. Kampus tersebut mencakup Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE), Institut Teknologi Sains Bandung, Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Universitas Borobudur, dan Universitas Nusa Bangsa.
Kegiatan di kedua provinsi itu berlangsung bersama Batalyon Perbekalan dan Angkutan (Yonbekang) 1/Tribhakti Yudha/1 Kostrad. Para peserta dilatih untuk mengasah ketangguhan, kedisiplinan, kerja sama tim, dan jiwa kepemimpinan melalui kolaborasi BPDP bersama instruktur.
Seperti diberitakan ANTARA, pembinaan penerima beasiswa ini juga diselenggarakan di berbagai kota lain di Indonesia. Wilayah pelaksanaan tersebut meliputi Aceh, Riau, Padang, Jambi, Yogyakarta, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar.
Eddy menegaskan bahwa beasiswa yang diperoleh merupakan amanah bagi seluruh penerima. Para lulusan nantinya diharapkan kembali ke daerah untuk memajukan kebun rakyat, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta mendongkrak kesejahteraan pekebun sawit.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.