CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani(MI/Insi Nantika Jelita) — Sumber foto: Media Indonesia Prabowo Panggil Bahlil dan Rosan ke Istana Bahas Sejumlah Isu
3 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ke Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Selain Bahlil, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani turut hadir memenuhi panggilan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan untuk membahas sejumlah agenda. Setibanya di lokasi, Rosan belum bersedia merinci agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo.
Bahlil menyatakan belum bisa memastikan apakah pertemuan tersebut membahas isu kelangkaan bahan bakar minyak yang melanda sejumlah wilayah di Bali. Ia memilih untuk menunggu rapat selesai sebelum membeberkan topik pembahasan kepada wartawan.
“Aku rapat dulu. Setelah rapat selesai, baru saya sampaikan kepada teman-teman media,” kata Bahlil saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.
Bahlil menuturkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri telah berada di Bali guna memantau langsung situasi pasokan bahan bakar di daerah tersebut. Laporan dari Direktur Utama Pertamina tersebut nantinya akan menjadi bahan keterangan tambahan yang disampaikan Bahlil kepada media setelah rapat bersama Presiden selesai.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan antrean kendaraan di Bali dipicu oleh keterlambatan kedatangan kapal pengangkut bahan bakar. Kapal tersebut telah tiba dan proses distribusi langsung dipercepat melalui operasi 24 jam.
Laode menegaskan ketahanan stok bahan bakar minyak saat ini berada dalam posisi aman pada kisaran 18 hingga 20 hari. Menurut keterangannya, kendala penyaluran di lapangan lebih dipengaruhi oleh faktor distribusi antarpulau akibat kondisi cuaca dan transportasi perairan.
Sumber: Media Indonesia; Okezone; Liputan6
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.