Ilustrasi(MI/Usman Iskandar) — Sumber foto: Media Indonesia Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.938 per Dolar AS
3 kali dilihat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.938 per dolar AS pada akhir sesi perdagangan Kamis (15/10/2026).
Posisi penutupan pasar spot tersebut merosot dibandingkan sesi sebelumnya yang berada di level Rp17.903 per dolar AS. Sementara itu, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dipublikasikan Bank Indonesia juga turun ke level Rp17.948 per dolar AS dari posisi hari sebelumnya di angka Rp17.898 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, memaparkan bahwa pergerakan mata uang tertekan oleh data ekonomi AS. Inflasi tahunan AS periode September 2026 menembus 3,7 persen atau naik dari realisasi Agustus sebesar 3,4 persen, sehingga memicu ekspektasi pengetatan suku bunga bank sentral AS dalam durasi lebih panjang.
“Kondisi ini berpotensi mendorong aliran modal menuju aset berdenominasi dolar AS dan membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” kata Amru di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Faktor Geopolitik Global
Selain data inflasi, analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan sentimen eksternal turut dipengaruhi oleh eskalasi di Timur Tengah, seperti diberitakan Okezone. Kelompok Houthi dilaporkan menyerang kantor pusat Saudi Aramco dan Iran menerapkan taktik baru dengan menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Ibrahim menambahkan bahwa inflasi bulanan AS pada September naik 0,6 persen, lebih tinggi dari capaian Agustus sebesar 0,4 persen. Sementara itu, inflasi inti tahunan AS yang tidak mencakup komponen makanan dan energi bergerak naik ke angka 2,6 persen dari 2,4 persen.
Kendati menghadapi tekanan eksternal, indikator konsumsi dalam negeri dinilai masih menopang stabilitas. Berdasarkan data yang dikutip Amru, penjualan eceran Agustus tercatat tumbuh 1,3 persen secara tahunan, meningkat dari capaian Juli sebesar 1,1 persen, serta diproyeksikan tumbuh 1,4 persen pada September.
Sumber: Media Indonesia; Okezone
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.