Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung tinggi di kawasan Jakarta, Selasa (8/9/2026).(MI/Usman Iskandar) — Sumber foto: Media Indonesia BMKG Deteksi Asap Karhutla Capai Atmosfer Jakarta, Banten, dan Jabar
2 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan telah mencapai lapisan atmosfer wilayah DKI Jakarta, Banten, serta Jawa Barat pada Jumat (16/10/2026).
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan keberadaan asap terpantau melalui citra satelit Himawari 9 pada Jumat pukul 10.00 WIB dan analisis meteorologi. Pergerakan asap tersebut dipengaruhi oleh arah serta kecepatan angin di berbagai lapisan udara yang bergerak ke arah tenggara hingga barat.
“Berdasarkan pantauan terbaru, terdapat indikasi sebaran asap karhutla yang telah mencapai wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada lapisan atmosfer,” kata Guswanto.
Menurut Guswanto, sebaran asap tersebut sejauh ini masih terdeteksi di lapisan atmosfer atas dan belum menunjukkan tingkat konsentrasi polutan secara langsung di permukaan tanah. BMKG masih terus melakukan pemantauan lanjutan guna memastikan seberapa besar dampaknya terhadap penurunan kualitas udara yang dihirup oleh masyarakat.
Sebagaimana diberitakan Republika, citra satelit BMKG pada Kamis (15/10/2026) sore sebelumnya belum mencatat adanya sebaran asap karhutla yang melintas ke wilayah Jakarta. Selain menjangkau tiga provinsi di Pulau Jawa, satelit juga merekam pergerakan asap dari Sumatra yang melintas ke wilayah Semenanjung Malaysia dan Singapura.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau data kualitas udara secara berkala melalui informasi resmi maupun aplikasi pemantau. Apabila kualitas udara masuk kategori tidak sehat, warga diminta mengurangi kegiatan fisik berat di luar ruangan serta menutup jendela dan pintu rumah.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan mengenakan masker berstandar KN95, KF94, atau N95 agar penyaringan partikel halus lebih efektif. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta pengidap penyakit pernapasan dan jantung juga dianjurkan menekan paparan asap seminimal mungkin.
Sumber: Detik; Media Indonesia; Republika
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.