Ilustrasi - Para peserta pengunjuk rasa membawa bendera Yaman dan Arab Saudi berkumpul dalam sebuah demonstrasi berskala besar sebagai bentuk solidaritas terhadap Arab Saudi dan negara-negara Teluk di kota pesisir barat Mocha, Yaman, (4/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Abdulnasser Alseddi) — Sumber foto: ANTARA PBB Prihatin atas Peningkatan Serangan Houthi ke Arab Saudi
3 kali dilihat
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan kelompok Houthi yang menyasar fasilitas energi serta infrastruktur sipil di seluruh wilayah Arab Saudi dan memicu krisis kemanusiaan baru di kawasan tersebut.
Sikap tersebut disampaikan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers. Pihaknya mengamati peningkatan intensitas pertempuran di berbagai garis depan pertempuran, terutama di sekitar kawasan kota Taiz.
“Kami juga merasa prihatin atas berlanjutnya serangan Houthi ke seluruh wilayah Arab Saudi, termasuk serangan yang berdampak pada infrastruktur sipil dan energi,” kata Dujarric.
PBB meminta setiap pihak yang berkonflik menjalin komunikasi secara konstruktif bersama Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg. Upaya tersebut diperlukan untuk mewujudkan dialog inklusif demi mencapai penyelesaian masalah politik melalui perundingan.
Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Dujarric memaparkan bahwa eskalasi pertempuran yang kembali menyala sejak awal Agustus telah menyebabkan lebih dari 250.000 penduduk Yaman mengungsi. Dari jumlah pengungsi tersebut, sebanyak lebih dari 82.000 warga tercatat mengungsi pada Oktober, dengan mayoritas korban melarikan diri dari wilayah Provinsi Taiz.
Ketegangan di Yaman sebelumnya memanas sejak pertengahan Juli sesudah pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menyerang bandara Sanaa. Serangan tersebut terjadi saat sebuah pesawat asal Iran yang membawa rombongan delegasi petinggi Houthi tengah mendarat.
Kelompok Houthi lantas melayangkan tuduhan kepada pihak Riyadh atas insiden itu. Houthi kemudian menyatakan perang terhadap Arab Saudi serta mengumumkan penerapan blokade laut ke wilayah kerajaan itu.
Selepas peristiwa tersebut, pasukan Houthi berhasil menguasai seluruh kawasan pesisir barat Laut Merah berikut deretan kota di dekat Selat Bab al-Mandab. Pada saat yang sama, Pemerintah Yaman yang memperoleh pengakuan internasional menggelar operasi militer untuk merebut kembali kendali Ibu Kota Sanaa dari cengkeraman Houthi.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.