Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan sambutannya dalam agenda “Foreign Policy Circle Talks” di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Senin (19/10/2026).(ANTARA/Nabil Ihsan) — Sumber foto: Media Indonesia Sekjen PBB Sebut Indonesia Pilar Multilateralisme dan Perdamaian
3 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyebut Indonesia sebagai pilar multilateralisme dan perdamaian dunia pada agenda Foreign Policy Circle Talks di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Antonio Guterres menilai peran strategis tersebut tercermin dari kontribusi nyata Indonesia dalam kerja sama internasional di kawasan Asia Pasifik maupun Global Selatan. Menurutnya, langkah aktif Indonesia sudah berlangsung sejak awal kemerdekaan, terutama ketika menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955 silam.
Pengaruh diplomasi Indonesia dinilai terus meluas lewat berbagai keanggotaan organisasi internasional, seperti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), G20, D-8, BRICS, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan PBB. Sekjen PBB turut mengapresiasi kemitraan Indonesia dalam merekatkan hubungan PBB dengan ASEAN pada bidang keamanan, pembangunan, serta hak asasi manusia.
“Indonesia adalah pembangun jembatan diplomatik yang diakui dan dihormati, baik di PBB maupun di luar,” kata Guterres.
Selain jalur diplomasi, PBB menyoroti kontribusi fisik personel TNI dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Seperti diberitakan ANTARA, hampir 2.000 personel asal Indonesia saat ini tercatat bertugas pada tujuh misi pemeliharaan perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.
Guterres mengaku terkesan terhadap profesionalisme prajurit saat meninjau Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Kabupaten Bogor. Ia juga bertemu langsung dengan pasukan yang disiapkan untuk bertugas ke Republik Afrika Tengah guna memastikan kesiapan misi penjaga perdamaian global tersebut.
Sumber: Media Indonesia; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.