Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan — Sumber foto: ANTARA Nilam Sari Kelola 15 Gerai BRILink Agen di Medan
4 kali dilihat
MEDAN, AktuaNews – Nilam Sari mengelola 15 gerai BRILink Agen di kawasan perkebunan dan industri Kota Medan, Sumatera Utara, guna melayani beragam transaksi keuangan masyarakat dari pagi hingga malam hari.
Usaha keagenan perbankan tersebut berawal dari toko besi dan pangkalan elpiji tiga kilogram miliknya pada 2014. Saat pertama kali beroperasi, Nilam hanya melayani pembelian pulsa, pembayaran listrik, serta pembayaran cicilan untuk pelanggan tokonya. Kini gerai miliknya melayani transfer, setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan telepon, hingga pengisian saldo BRIZZI dan pencairan dana bantuan sosial.
Perkembangan usaha tersebut sejalan dengan pergeseran sistem pembayaran gaji buruh perkebunan setempat yang beralih ke rekening bank dari sebelumnya tunai melalui mandor. Gerai Nilam buka mulai pukul 07.00 sampai 23.00 untuk membantu warga saat kantor bank tutup atau anjungan tunai mandiri kehabisan uang tunai.
Dalam menjalankan bisnisnya, Nilam memperoleh pendampingan dari Petugas Penunjang Bisnis Keagenan Branch Office BRI Medan Gatot Subroto Sri Wahyuni. Pendampingan tersebut membantu menjaga keberlanjutan layanan keagenan di lapangan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan bahwa pencapaian Nilam memperlihatkan keberhasilan agen dalam memperluas jangkauan layanan perbankan. “Konsistensi Nilam selama lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa BRILink Agen dapat berkembang dengan memahami kebutuhan masyarakat,” kata Dhanny.
Secara nasional, jaringan agen bank pelat merah tersebut terus bertumbuh. Hingga akhir September 2026, perseroan mencatat kepemilikan lebih dari 1 juta BRILink Agen yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80 persen wilayah desa di Indonesia.
Jaringan keagenan tersebut telah membukukan sekitar 750 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp1.270 triliun. Operasional agen juga menyumbang pendapatan berbasis komisi sebesar Rp1,3 triliun serta menghimpun dana murah senilai Rp32 triliun.
Sumber: ANTARA; Liputan6; Kumparan
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.