Keuangan

Bank Mandiri Raih Laba Konsolidasi Rp45,5 Triliun per September 2026

3 kali dilihat

JAKARTA, AktuaNews – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun per September 2026, mencatat lonjakan 20,7 persen secara tahunan yang didorong oleh pertumbuhan kredit dan percepatan transaksi perbankan digital.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan capaian tersebut mencerminkan produktivitas dan kualitas pertumbuhan perseroan yang berkelanjutan. Perseroan juga merealisasikan dividen sebesar Rp50,6 triliun sepanjang 2026 guna memberi imbal hasil bagi pemegang saham.

“Laba bersih konsolidasi hingga September 2026 mencapai Rp 45,5 triliun atau tumbuh 20,7 persen yoy. Kinerja ini didukung penyaluran kredit yang sehat, peningkatan transaksi digital, serta produktivitas yang terus membaik,” kata Novita.

Kinerja Intermediasi dan Pendanaan

Penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only menembus Rp1.606 triliun hingga September 2026, atau meningkat 16 persen secara tahunan. Capaian laju kredit ini melampaui pertumbuhan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di level 11,6 persen.

Pada segmen pendanaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) bertumbuh 17,7 persen secara tahunan. Likuiditas perseroan tercermin dari rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) rata-rata harian sebesar 94,8 persen pada kuartal III 2026, dengan posisi LDR akhir September di level 91 persen.

Kualitas aset perseroan juga membaik dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) ke level 0,98 persen, dari sebelumnya 1,03 persen pada periode tahun lalu. Penyaluran kredit pada ekosistem BUMN dan pemerintah naik 23,8 persen menjadi Rp473 triliun dengan NPL 0,15 persen, sedangkan kredit ekosistem bisnis penopang ekonomi naik 18,5 persen menjadi Rp910 triliun.

Di samping itu, seperti diberitakan Republika, pendapatan berbasis komisi perseroan tumbuh 13,75 persen secara tahunan menjadi Rp29,4 triliun. Transaksi digital lewat aplikasi Livin’ dan platform Kopra masing-masing mencatatkan lonjakan 42,9 persen serta 23,7 persen secara tahunan.

Novita memastikan ketahanan modal tetap kokoh setelah pembagian dividen interim Rp6,16 triliun pada 2 Oktober 2026, dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap terjaga di posisi 18,4 persen.

Sumber: Kumparan; ANTARA; Republika

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.