Arsip - Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/gp/kye — Sumber foto: ANTARA Putin Sebut Benua Eropa Hadapi Krisis Migrasi Akibat Gagal Asimilasi
3 kali dilihat
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negara-negara di Benua Eropa kini menghadapi krisis migrasi yang dipicu oleh ketidakmampuan kawasan tersebut mengasimilasi para pendatang ke dalam tradisi dan budaya lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam sesi wawancara bersama jurnalis Rusia Pavel Zarubin pada Minggu (25/10/2026). Menurut Putin, anak-anak dari para migran yang tiba di Eropa dari Timur Tengah merasakan ketidakadilan yang menimpa kelompok sebangsa serta seagama mereka.
“Krisis migrasi. Ya, ini memang sebuah krisis,” kata Putin.
Putin menjelaskan bahwa penanganan masalah migrasi semestinya berfokus pada pendidikan kaum pendatang serta pengintegrasian adat istiadat setempat. Namun, langkah itu tidak terlaksana karena masyarakat Eropa dinilai justru merusak tradisi mereka sendiri. Kondisi tersebut membuat banyak imigran tetap tidak menguasai bahasa setempat meski telah bermukim selama puluhan tahun.
Lebih lanjut, Putin menilai Eropa kekurangan sumber daya untuk mengasimilasi seluruh migran pendatang. Ia membandingkan situasi tersebut dengan kondisi di Rusia yang sejak lama tumbuh sebagai negara dengan keragaman etnis dan agama, meliputi pemeluk Kristen, Islam, Yahudi, hingga Buddha yang hanya bertanah air satu.
Sebaliknya, para imigran di Eropa masih memiliki tanah air lain sehingga membutuhkan perhatian penanganan yang jauh lebih besar. Putin juga menegaskan perlunya otoritas Rusia terus mencurahkan perhatian pada kebijakan hubungan antaretnis di dalam negeri.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.