Sumber foto: Liputan6 Rupiah Melemah ke Posisi Rp18.089 per Dolar AS pada Perdagangan Senin
3 kali dilihat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tergelincir sembilan poin atau 0,05 persen ke posisi Rp18.089 per dolar AS pada awal perdagangan hari Senin (26/10/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah.
Lonjakan harga minyak mentah internasional menjadi penekan utama mata uang domestik setelah melampaui US$100 per barel. Pada penutupan Sabtu (24/10), minyak jenis Brent untuk pengiriman Desember naik 3,14 persen ke tingkat US$116,72 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,82 persen menjadi US$103,27 per barel.
“Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi tensi geopolitik Timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas US$ 100 per barel,” kata analis Doo Financial, Lukman Leong, pada Senin (26/10/2026).
Kekhawatiran investor dipicu laporan mengenai skenario serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran selepas pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November mendatang. Situasi kawasan kian tegang menyusul kabar serangan pada kapal-kapal di Selat Hormuz serta perintah pemulangan staf non-darurat Amerika Serikat dari Arab Saudi.
Selain faktor global, tekanan mata uang garuda bersumber dari pelepasan aset oleh pemodal asing di pasar saham domestik. Lukman Leong menyebutkan arus keluar modal asing masih berkisar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun per hari, seperti diberitakan Liputan6.
Pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari diperkirakan bertahan pada kisaran Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS.
Sumber: Liputan6; Media Indonesia
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.