Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev (kiri) saat menerima kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia di Rusia, Selasa (14/4/2026). ANTARA/HO-ESDM. — Sumber foto: ANTARA Rusia Sebut Ketegangan Selat Hormuz Guncang Energi Global
2 kali dilihat
MOSKOW, AktuaNews – Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev menyatakan ketidakstabilan di Selat Hormuz telah memukul industri bahan bakar dan energi global, sehingga berdampak langsung pada 20 persen pasokan gas alam cair dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Tsivilev saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ke-28 Forum Negara-Negara Pengekspor Gas (GECF) di Moskow, Rusia. Ketegangan kawasan dinilai memicu lonjakan harga gas serta membatasi kelancaran distribusi komoditas energi secara luas.
“Ketidakstabilan situasi di Timur Tengah mau tidak mau telah memukul sektor bahan bakar dan energi global, menyebabkan kenaikan harga gas, membatasi pasokan di seluruh dunia, dan mengganggu rencana investasi jangka panjang perusahaan,” kata Tsivilev.
Menurut Tsivilev, sejumlah negara anggota GECF seperti Iran, Venezuela, dan Rusia kini menghadapi pembatasan sepihak yang dinilai ilegal terhadap aktivitas perdagangan energi mereka. Kebijakan pembatasan tersebut memperparah volatilitas pasar sekaligus mendorong lonjakan harga bagi konsumen akhir.
Tsivilev menjelaskan bahwa forum GECF menghimpun negara-negara pemilik porsi terbesar produksi dan cadangan gas alam dunia. Kondisi tersebut memberikan tanggung jawab khusus bagi seluruh anggota untuk menjaga stabilitas pasar energi melalui langkah-langkah praktis.
Negara-negara pengekspor gas dinilai perlu bekerja sama menentang hambatan perdagangan energi dan teknologi serta melindungi infrastruktur gas yang krusial. Tsivilev juga mendorong penambahan anggota dan mitra dialog GECF, kerja sama manufaktur peralatan gas dan LNG, penyelarasan standar, hingga penguatan basis penelitian bersama.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.