Sumber foto: Okezone BULOG Siap Menjadi Penyangga Pasokan Jagung Nasional
3 kali dilihat
Perum BULOG menyatakan kesiapannya menjadi penyangga pasokan jagung nasional guna memperkuat ekosistem kemitraan antara petani, koperasi, dan peternak ayam petelur demi menjamin kepastian pasar panen serta ketersediaan pakan terjangkau.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan bagi Peternak Layer melalui Kemitraan dengan Petani Penerima Bantuan Benih Jagung di Kementerian Pertanian. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani bersama jajaran direksi.
Pemerintah menargetkan pengembangan lahan seluas 300 ribu hektare dengan rata-rata produktivitas tujuh ton per hektare, sehingga potensi produksi jagung diproyeksikan mencapai 2,1 juta ton per tahun. Sebanyak 1,8 juta ton dari hasil panen tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak melalui koperasi dan kelompok peternak.
Untuk mengantisipasi kelebihan produksi sekitar 300 ribu ton, BULOG disiapkan menjadi pembeli siaga yang menyerap surplus hasil panen petani. Melalui sistem resi gudang, komoditas yang diserap akan dikelola sebagai cadangan guna memasok kebutuhan peternak saat ketersediaan menipis melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pentingnya fungsi BULOG dalam mengendalikan keseimbangan ketersediaan serta harga jagung ketika pasokan berlebih.
“Ketika produksi jagung melimpah, hasil panen petani harus tetap memiliki pasar. Di sinilah BULOG kita siapkan sebagai penyangga yang dapat menyerap kelebihan produksi, mengelola cadangannya, dan menyalurkannya kembali ketika peternak membutuhkan,” kata Amran.
Penyerapan Telur Peternak
Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kesiapan lembaganya menjalankan penugasan pengadaan, pengelolaan stok, serta distribusi terintegrasi. Pengelolaan cadangan jagung tersebut ditujukan untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat sekaligus menjaga stabilitas pasokan bahan pakan.
Penguatan ekosistem jagung ini juga diarahkan hingga tahap hilirisasi hasil peternakan, seperti diberitakan ANTARA. Produksi telur dari peternak mikro dan kecil direncanakan terserap melalui pasar reguler, pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan industri pengolahan telur, dengan proyeksi serapan pasar reguler mencapai 1,9 juta ton.
Sumber: Jawa Pos; Okezone; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.