Sumber foto: Liputan6 Mentan Tegaskan Temuan Beras SPHP Dioplos Buktikan Mafia Pangan Ada
0 kali dilihat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan temuan dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium membuktikan keberadaan mafia pangan yang harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.
Pernyataan tersebut menanggapi pihak-pihak yang selama ini meragukan adanya mafia pangan di Indonesia. Amran merujuk pada indikasi penyelewengan komoditas beras bersubsidi yang ditemukan di kawasan Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).
“Sampaikan kepada yang mengatakan tidak ada mafia, nah itu mafianya. Hei, bangun dari tidur! Jangan bela negara lain, tidak bela negeri sendiri,” kata Amran.
Kasus dugaan manipulasi ini bermula dari inspeksi mendadak yang digelar pada Rabu (28/10). Laporan awal mencatat volume beras yang terindikasi disalahgunakan mencapai sekitar 600 ton, dan jumlah itu berpotensi bertambah karena penyelidikan alur distribusi masih berlangsung.
Modus Pengemasan Ulang
Mengenai modusnya, pelaku membeli beras SPHP dari Bulog lalu membuka kemasan asli untuk dipindahkan ke karung baru. Beras tersebut kemudian dipasarkan sebagai beras premium atau dicampur dengan beras berkualitas rendah demi melipatgandakan keuntungan.
Amran menjelaskan program beras SPHP dirancang pemerintah guna menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat kurang mampu. Penjualan beras SPHP dipatok seharga Rp12.500 per kilogram untuk konsumen dan Rp11.500 per kilogram kepada pihak perusahaan.
Pemerintah menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap siapa pun yang mempermainkan komoditas pangan bersubsidi, karena pangan menyangkut stabilitas ekonomi dan politik nasional. Penanganan kasus oleh aparat penegak hukum diharapkan dapat membongkar seluruh jaringan penyelewengan distribusi beras tersebut.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.