DIREKTUR Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik.(Dok. Antara) — Sumber foto: Media Indonesia BEI Nilai Saham Syariah Memiliki Daya Tahan Kuat di Tengah Tekanan
0 kali dilihat
LOMBOK TENGAH, AktuaNews – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan saham-saham syariah menunjukkan daya tahan yang baik saat menghadapi tekanan di pasar saham domestik maupun sentimen global sepanjang 2026.
Jeffrey menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri lokakarya jurnalis pasar modal di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Menurut Jeffrey, salah satu penopang ketahanan tersebut adalah absennya saham perbankan konvensional pada indeks syariah, mengingat sektor itu mengalami tekanan terberat sepanjang 2026.
“Kalau kita lihat memang demikian ya, baik dari sisi produknya maupun dari sisi investornya, daya tahannya harusnya lebih baik yang di syariah,” ujar Jeffrey.
Selain komposisi indeks, Jeffrey menjelaskan bahwa pemodal syariah melakukan transaksi tanpa memakai fasilitas berbasis bunga seperti fasilitas margin. Mekanisme ini membuat investor terbebas dari ancaman permintaan penambahan jaminan dana maupun likuidasi paksa portofolio efek.
Kapitalisasi Saham Syariah
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026, nilai kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menyentuh Rp5.658,68 triliun. Pada periode serupa, nilai kapitalisasi Jakarta Islamic Index (JII) terdata sebesar Rp1.891,89 triliun, sementara Jakarta Islamic Index 70 (JII70) membukukan kapitalisasi pasar Rp2.681,94 triliun.
Sebagai pembanding, total nilai kapitalisasi pasar BEI secara keseluruhan bertengger pada level Rp11.449 triliun pada Agustus 2026. Angka tersebut memperlihatkan alternatif instrumen saham berbasis syariah bagi para penanam modal tersedia cukup luas.
Otoritas Jasa Keuangan mencatat ada 622 saham yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) sampai kuartal ketiga 2026. Selain itu, tiga emiten lain masuk ke dalam daftar melalui skema penetapan efek insidental.
Sumber: Media Indonesia; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.