Sumber foto: Republika Yamaha Memutuskan Mundur dari Gelaran MotoGP Qatar 2026
0 kali dilihat
Pabrikan sepeda motor Yamaha memutuskan menarik diri dari ajang balap Grand Prix Qatar pada Minggu (1/11/2026) akibat situasi geopolitik dan isu keamanan di kawasan Timur Tengah yang terus memanas.
Keputusan pabrikan asal Jepang tersebut berdampak langsung pada dua tim miliknya, yakni tim utama Yamaha Monster Energy dan tim satelit Prima Pramac. Penarikan diri ini membuat empat pebalap, yaitu Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, serta Augusto Fernandez, dipastikan absen dari seri ke-20 yang berlangsung di Sirkuit Lusail, Doha, pada 6 hingga 8 November mendatang.
“Mengikuti perkembangan situasi terakhir terhadap situasi di Timur Tengah, Yamaha tidak mengidentifikasi alasan yang cukup untuk mengubah pembatasan perjalanan ke seluruh perusahaannya,” tulis Yamaha dalam keterangan resminya pada Minggu (1/11/2026).
Yamaha menyatakan tetap berkomitmen penuh terhadap kejuaraan dunia balap motor tersebut dan memilih mengalihkan fokus untuk kembali berkompetisi pada balapan berikutnya di Portugal. Sebelum memutuskan mundur, Yamaha sempat meminta pembatalan balapan kepada pihak penyelenggara pada Minggu siang, namun permintaan tersebut tidak membuahkan hasil.
Penolakan berangkat juga disuarakan oleh pebalap Prima Pramac, Jack Miller, yang mengungkapkan bahwa mayoritas pebalap merasa keberatan bertanding di kawasan tersebut karena ketidakpastian di negara-negara sekitar Qatar. Miller menyebutkan sebanyak 19 pebalap telah menyatakan keengganan untuk terbang ke Lusail.
Pihak MotoGP menyatakan rasa kecewa atas mundurnya Yamaha setelah melakukan penilaian risiko mandiri serta berkoordinasi dengan otoritas Qatar dan pengelola Sirkuit Lusail. MotoGP memastikan seluruh persiapan balapan tetap berjalan sesuai rencana dan menegaskan bahwa tim-tim lain telah mengonfirmasi kesiapan mereka untuk hadir.
Langkah penarikan diri ini berpotensi mendatangkan konsekuensi kontrak dan sanksi dari Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM), seperti dilaporkan Detik. Potensi sanksi tersebut mencakup denda finansial hingga ancaman larangan berkompetisi pada sisa musim balap di Portugal dan Valencia.
Sumber: Republika; Detik; ANTARA
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.