Pemerintah Kota Kupang menggandeng Kowani, KRIS dan PIM untuk memperkuat pemberantasan TBC di Kupang. ANTARA/HO-Kowani. — Sumber foto: ANTARA Pemkot Kupang Perluas Skrining TBC dan Layanan Perempuan
2 kali dilihat
KUPANG, AktuaNews – Pemerintah Kota Kupang memperkuat penanganan tuberkulosis dan layanan kesehatan perempuan melalui kerja sama lintas sektor bersama Kongres Wanita Indonesia dan sejumlah mitra di Rumah Sakit Umum Daerah SK Lerik, Kamis (15/10/2026).
Kemitraan tersebut melibatkan Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), Perempuan Indonesia Maju (PIM), akademisi, tenaga medis, serta pimpinan pusat kesehatan masyarakat. Program bersama ini mencakup deteksi dini, pembagian suplemen daya tahan tubuh bagi pasien tuberkulosis (TBC), dan pelaksanaan skrining kanker payudara.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis menyatakan pemeriksaan kesehatan telah menyasar sekitar 4.800 warga serta mendeteksi 230 kasus. Pemerintah daerah mematok target peningkatan jangkauan pemeriksaan hingga mencakup 7.100 orang sampai akhir November 2026.
“TBC bisa dicegah, diobati, dan disembuhkan. Karena itu, kita perlu melakukan deteksi dini dan memastikan pengobatan dijalani secara teratur sampai tuntas,” kata Serena.
Serena mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri saat mengalami gejala, mematuhi jadwal pengobatan, dan meniadakan stigma terhadap para pasien. Sikap suportif dari lingkungan dinilai sangat dibutuhkan supaya penderita tidak merasa malu untuk mengakses perawatan medis.
Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto menyambut baik langkah Pemkot Kupang yang memadukan eliminasi TBC dengan agenda perlindungan perempuan. Selain pemeriksaan kanker payudara, kemitraan turut menyoroti penyaluran pembalut cuma-cuma bagi keluarga kurang mampu serta pemberian vaksin human papillomavirus (HPV) guna mencegah kanker serviks.
Dewan Pakar PIM Jusuf Kristianto menegaskan penanggulangan TBC memerlukan keterlibatan banyak pihak, kepatuhan terapi, dan pendampingan keluarga. Seperti diberitakan Media Indonesia, pemahaman publik dinilai krusial agar warga yang terinfeksi tidak dijauhi oleh lingkungan sekitarnya.
Sumber: ANTARA; Media Indonesia
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.