Dua petani perempuan Indonesia, Rulyantina asal Pandeglang Banten dan Istiqamah dari Aceh, meraih penghargaan 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma, Italia. ANTARA/HO-Kementan — Sumber foto: ANTARA Dua Petani Perempuan Indonesia Raih Penghargaan FAO di Roma
2 kali dilihat
ROMA, AktuaNews – Dua petani perempuan Indonesia, Rulyantina asal Pandeglang, Banten, dan Istiqamah dari Aceh, meraih penghargaan 100 Women Heroes dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) di Roma, Italia. Keduanya terpilih dari 609 nominasi asal 131 negara berkat kontribusi mereka dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan pertanian berkelanjutan.
Penghargaan dalam rangka Tahun Internasional Petani Perempuan 2026 tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu pada rangkaian acara World Food Forum. Kedua tokoh tani tersebut dinilai berhasil mendorong inovasi produk lokal serta memberdayakan ekonomi masyarakat perdesaan.
Atase Pertanian Republik Indonesia di Italia Muharfiza menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan kapasitas petani perempuan di tingkat internasional.
“Pengakuan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kiprah perempuan Indonesia kepada dunia,” kata Muharfiza.
Rulyantina mengembangkan talas beneng, komoditas umbi khas Banten, menjadi produk bernilai tambah lewat pendekatan minim limbah. Usaha tersebut membuka lapangan kerja bagi perempuan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan dukungan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten.
Sementara itu, Istiqamah berperan sebagai sekretaris koperasi kopi di Aceh yang mengelola kebun seluas lebih dari 1.200 hektare milik 980 anggota. Melalui budidaya agroforestri berkelanjutan, koperasi tersebut berhasil mengekspor kopi ke Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jerman, Jepang, dan Qatar.
Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal menyatakan bahwa kinerja kedua petani tersebut menunjukkan manfaat besar dari penutupan kesenjangan gender dan investasi pada kaum perempuan, seperti diberitakan Media Indonesia. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi turut mengapresiasi keberhasilan inovasi komoditas lokal yang mampu mengangkat ekonomi perdesaan.
Sumber: ANTARA; Media Indonesia
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.