Amerika dan Eropa

Lula da Silva Menangi Pilpres Brasil dan Amankan Periode Keempat

2 kali dilihat

Presiden petahana Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memenangi putaran kedua pemilihan presiden Brasil setelah menundukkan senator berhaluan sayap kanan Flavio Bolsonaro untuk mengamankan masa jabatan kepresidenan keempatnya.

Berdasarkan pengumuman Pengadilan Pemilu Tertinggi (TSE) Brasil sebagaimana dilaporkan ANTARA, Lula memperoleh 51,76 persen suara sah. Flavio Bolsonaro meraih 48,24 persen suara dengan selisih lebih dari empat juta suara. Kemenangan ini mematahkan rekor politik sejak sistem dua putaran diperkenalkan pada 1989 karena belum pernah ada calon yang tertinggal di putaran pertama berhasil membalikkan keadaan pada putaran kedua.

Dalam putaran pertama pada 4 Oktober 2026, Flavio Bolsonaro sempat memimpin perolehan suara dengan 47,03 persen berbanding 45,16 persen milik Lula. Keunggulan berbalik saat penghitungan suara putaran kedua mencakup pemilih dari kota-kota besar serta wilayah Brasil timur laut yang padat penduduk.

“Masyarakat pergi memilih karena kami berhasil meyakinkan mereka bahwa memilih sangat penting untuk menjamin demokrasi di negara ini,” ujar Lula dalam pernyataan resminya seusai dipastikan menang.

Penolakan Hasil Pemilu

Flavio Bolsonaro menolak menerima hasil penghitungan dan menyatakan akan menuntut pembatalan pemilu. Putra sulung mantan presiden Jair Bolsonaro tersebut mengkritik keputusan Mahkamah Agung yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam atas permintaan kubu petahana.

Sebelumnya, perpanjangan waktu diputuskan Mahkamah Agung menyusul keluhan Lula terkait penarikan armada bus antarkota yang dinilai menghambat warga menuju tempat pemungutan suara. Flavio menyebut langkah tersebut tidak dapat diterima dalam pidato singkatnya di Brasilia.

Kemenangan Lula sekaligus menggagalkan upaya keluarga Bolsonaro kembali menduduki kursi kepresidenan. Jair Bolsonaro sendiri sedang menjalani hukuman penjara selama 27 tahun akibat keterlibatannya dalam perkara upaya kudeta.

Politisi veteran yang pernah menjabat presiden pada periode 2003 hingga 2010 dan terpilih kembali pada 2022 tersebut dijadwalkan memulai masa jabatan keempatnya pada 5 Januari 2027.

Sumber: Jawa Pos; ANTARA; Media Indonesia

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Kirana Mikail

Kirana Mikail adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Global dan Teknologi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.