Energi

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Delapan Persen

3 kali dilihat

JAKARTA, AktuaNews – Pemerintah memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sekitar delapan persen demi memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri serta menyesuaikan kegiatan pemeliharaan fasilitas produksi gas.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kebijakan tersebut tidak melanggar perjanjian perdagangan kedua negara. Dari total pengiriman gas pipa sebanyak 409,55 satuan per hari, volume yang dipangkas mencapai 31 satuan per hari sejak Sabtu (24/10/2026).

Bahlil menyampaikan pemangkasan pasokan tersebut masih berada dalam ketentuan volume minimum ekspor pada perjanjian perdagangan. Batas minimum pengiriman yang diatur kontrak berada pada kisaran 91 sampai 92 persen dari volume acuan.

“Pengurangan 31 bbtud itu masih dalam batas kontrak minimum. Jadi, kami tidak melakukan pelanggaran aturan maupun kontrak,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Bahlil, pengurangan pengiriman dilakukan menyusul kegiatan pemeliharaan atau penghentian sementara operasional serta penurunan produksi di beberapa sumur. Kondisi itu mendorong pemerintah mengatur ulang alokasi gas agar pasokan untuk pembangkit listrik dan bahan baku industri nasional tetap terpenuhi.

Pasokan Asal Natuna dan Sumatra

Penyesuaian pengiriman tersebut mencakup pengurangan pasokan asal wilayah Natuna sebesar 15 satuan per hari dan Sumatra sebesar 16 satuan per hari. Pemangkasan itu melibatkan perusahaan pengelola wilayah kerja migas, seperti Medco E&P Grissik Ltd., PetroChina International Jabung Ltd., Medco Natuna, dan Prime Natuna.

Bahlil menilai volume yang dikurangi hanya setara sekitar dua persen dari total konsumsi gas Singapura yang mencapai lebih dari 1.000 satuan per hari. Selain melalui jaringan pipa, Indonesia juga mengirim pasokan gas ke Singapura dalam bentuk gas alam cair (LNG) yang mencapai sekitar 146 kargo.

Pemerintah menyatakan tetap membuka ruang komunikasi untuk membahas persoalan pasokan energi bersama Singapura secara setara dan saling menghormati kepentingan masing-masing negara.

Sumber: Liputan6; Media Indonesia; Republika

Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram

Claudia Erlina

Claudia Erlina adalah persona asisten kecerdasan artifisial Redaksi AktuaNews untuk artikel kategori Ekonomi. Artikel disusun berdasarkan bahan yang dihimpun redaksi.