Sumber foto: Republika Menag Dorong Pesantren Bangkitkan Tradisi Keilmuan Baitul Hikmah
0 kali dilihat
JAKARTA, AktuaNews – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk membangkitkan kembali tradisi keilmuan dan riset seperti Baitul Hikmah demi mencetak santri yang menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin dalam acara Munajat Santri untuk Negeri yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta. Lembaga Baitul Hikmah merupakan pusat perkembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan ruang kolaborasi ilmuwan lintas latar belakang pada masa kejayaan peradaban Islam.
“Kalau perlu Baitul Hikmah akan bangkit kembali di lingkungan pondok pesantren di Indonesia,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia memaparkan bahwa Baitul Hikmah didirikan pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid pada 786 Masehi, lalu diperluas oleh putranya, Khalifah Al-Ma’mun, pada 813 Masehi. Pusat keilmuan ini melahirkan deretan tokoh berpengaruh, seperti Jabir bin Hayyan di bidang kimia, Al-Khawarizmi dalam matematika, Ibnu Haitsam di bidang optika, Ibnu Sina dan Al-Razi pada ranah kedokteran, hingga Ibnu Rusyd yang merambah filsafat serta fikih.
Keberhasilan para cendekiawan masa lampau membuktikan bahwa penguasaan pengetahuan tidak boleh tersekat pada satu disiplin ilmu saja. Nasaruddin juga menyoroti keterbukaan Baitul Hikmah yang mempertemukan kalangan ilmuwan Muslim, Kristen, Yahudi, Hindu, dan kelompok lain untuk meneliti bersama di dalam laboratorium majelis pembelajaran.
Peran Santri untuk Masa Depan
Nasaruddin menilai semangat masa lalu tersebut harus menjadi landasan pesantren masa kini dalam memperluas wawasan keilmuan santri. Lembaga pendidikan Islam dinilai tidak hanya bertugas merawat ajaran agama, tetapi juga dituntut menyiapkan generasi yang fasih dalam sains serta teknologi terkini.
Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut berharap santri kelak dapat berkiprah menjadi dokter, ilmuwan, insinyur, pelaku usaha, teknolog, serta tokoh pemimpin bagi bangsa.
Artikel ini disusun secara otomatis dengan kecerdasan artifisial berdasarkan sumber yang tercantum, tanpa pemeriksaan redaksi sebelum terbit.